Berita Terbaru

Satreskrim Polrestabes Surabaya bekuk Pelaku Ujaran Kebencian Menggunakan Profil Mantan Pacar Nya

Satreskrim Polrestabes Surabaya bekuk Pelaku Ujaran Kebencian Menggunakan Profil Mantan Pacar Nya

16 Oktober 2019

Surabaya - Satu akun Facebook memposting penghinaan atau penistaan terhadap salah satu agama. Setelah ditindaklanjuti, seorang pria pengelola akun itu, ditangkap Polrestabes Surabaya.

Pria pengelola tiga akun Facebook itu ternyata seorang pria berinisial OAS (36) warga Sukolilo, Surabaya. Sedangkan foto perempuan dalam postingan berisi penghinaan terhadap Allah dan Nabi Muhammad serta Al Quran itu, merupakan mantan pacarnya, yaitu AG (29), warga Surabaya.

"Dia memposting ujaran kebencian, penghinaan terhadap agama tertentu dengan akun Facebook palsu," terang Kasatreskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Sudamiran, Selasa (15/10/2019).

Menurut Sudamiran, tersangka OAS memposting penghinaan terhadap agama itu pada awal tahun 2019. Setelah mendapat laporan dari intelijen, Satreskrim Polrestabes Surabaya menerjunkan Tim Unit Jatanras untuk melakukan penelusuran.

Unit Jatanras dipimpin Kanit Iptu Giadi Nugraha dan Kasubnit Iptu Tio Tondy kemudian melakukan penyelidikan. Tidak mudah bagi tim ini untuk mencari keberadaan pelaku. Sebab postingan tersebut sudah dihapus oleh pelaku dan akun Facebook palsu buatan pelaku sudah diblokir Facebook lantaran berkonten negatif.

"Tim Unit Jatanras melakukan penyelidikan berbekal informasi intelijen, tangkapan layar postingan itu serta lokasi yang sempat dicantumkan dalam postingan pelaku tersebut," terang Sudamiran.

Memang, dalam postingannya itu, pelaku memposting sebuah foto kaki seseorang yang menginjak kitab suci umat Islam dan seorang perempuan, yaitu AG. Postingan itu diunggah ke sebuah Grup Facebook. Dalam captionnya, pelaku menuliskan sebuah alamat di Surabaya bila ada pihak yang tidak terima.

"Foto kaki itu diambil dari internet, sedangkan foto perempuan yang diposting pelaku itu asli karena didapat pelaku saat masih berpacaran dengan korban," beber Sudamiran.

Setelah melakukan sederet penyelidikan, Tim Unit Jatanras melacak keberadaan pelaku dan menangkapnya sekitar pukul 18.15 Wib, pada 14 Oktober 2019, di parkiran Marvell City Surabaya.

Hasil pemeriksaan terungkap bila pelaku sengaja memposting foto AG pada unggahan ujaran kebencian dan penistaan agama itu lantaran sakit hati cintanya ditolak orangtua korban. OAS dan AG menjalin hubungan asmara sejak bulan Desember 2014. Namun bulan April 2016, hubungan tersebut berakhir lantaran tidak direstui orangtua korban.

"Setelah penolakan itu, pelaku mulai memposting foto AG untuk ditawarkan dalam pusaran prostitusi. Saat itu pelaku menggunakan akun Facebook atas nama NOAS," tambah Sudamiran.

Pada Januari 2018, pelaku juga membuat akun Facebook baru dengan nama Chann Sharlynn untuk dapat masuk ke grup JANDA LEBIH MENGGODA, grup SELIMUT TETANGGA, grup TEMAN TAPI MESRA, dan lainnya.

Setelah itu, barulah pelaku membuat akun Facebook dengan nama Merlynn Chan untuk memposting ujaran kebencian atau penghinaan terhadap agama.

Sementara, pelaku OAS meminta maaf kepada seluruh umat Islam di Surabaya maupun Indonesia. Permintaan maaf itu disampaikan di depan sejumlah tokoh Agama Islam dan ormas yang datang pada saat kasus tersebut diekspose di Mapolrestabes Surabaya.

"Tidak ada maksud bermacam-macam untuk negara. Saya minta maaf kepada seluruh umat muslim di Surabaya maupun Indonesia. Saya tidak akan mengulangi perbuatan saya," ucao OAS.

"Awalnya saya sakit hati saja. Ini urusan pribadi saja," tutupnya.

Atas perbuatannya, OAS dijerat dengan Pasal 28 ayat (2) dan atau Pasal 45a ayat (2) dan atau Pasal 27 ayat (3) dan atau Pasal 45 ayat (3) Undang-undang (UU) RI Nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan UU RI Nomor 11 tahun 2011 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).( Humas, Satreskrim, TT )

Satreskrim Polrestabes Surabaya Amankan Pelaku Tawuran

Satreskrim Polrestabes Surabaya Amankan Pelaku Tawuran

15 Oktober 2019

Surabaya - Satreskrim Polrestabes Surabaya berhasil menangani kejadian tawuran antar Geng Jawara VS All Star, yang berada di wilayah hukum Polretabes Surabaya, Senin (14/10).

Kampung jawara ini, yang berlokasi dekatnya Jalan Simo Pomahan Gang Mawar, Kel. Simomulyo Kec. Sukomenunggal Surabaya,

Berawal kejadian tersebut, pada tanggal 20 September 2019, di mana ada satu korban yang disekap di tiga lokasi, tepatnya, kerembangan-Simo kemudian di bawa kemenganti Kabupaten Gersik.

Dalam penyekapan yang dilakukan Geng Jawara kepada korban, yang berlokasi di Menganti Kabupaten Gersik, diloksi itulah pelaku mengeniaya dilakukan, dengan menampilkan dan mengupload di salah satu Facebook.

"Dengan kejadian tersebut, Satreskrim Polrestabes Surabaya melakukan penyelidikan terhadap pelaku," ujar AKBP Sudamiran.

Alhasil dari penyelidikan yang dilakukan Satreskrim Polrestabes Surabaya. Pada tanggal 22 September di temukan penyekapan di daerah Menganti Kabupaten Gersik, ungkapnya Sudamiran.

Dapat kami sampaikan, dari penanganan kasus ini, kami dapat melakukan penangkapan terhadap 9 tersangka yang dewasa ada 2 yang masih dibawah umur ada 7, ke-duanya sudah diamankan dirutan Polrestabes Surabaya.

"Sedangkan yang ke-tujuh masih dalam manangan, Densos Unit pelindungan anak di bawah umur," jelasnya.( LM )

Unit Reskrim Polsek Tegalsari Amankan Pembobol Brangkas

Unit Reskrim Polsek Tegalsari Amankan Pembobol Brangkas

15 Oktober 2019

Surabaya - Sopir PT Aero Sarana Persada, bernama Irfan Zakaria bin Nurwahid 38 tahun, Jalan Kalibokor no.54 Surabaya/Kos Jalan Pucangan Gg. 3 no.115 Surabaya, manfaatkan kesempatan untuk melakukan pencurian.

Pria itu, yang bekerja di PT Aero Sarana Persada, manfaatkan untuk mengambil uang di Brangkas Kantor PT Aero sarana persada Jalan Mawar Nomor 26 Kota Surabaya, Senin (14/10).

Unit Reskrim Polsek Tegal Sari Polrestabes Surabaya mengatakan, bahwa pelaku ini, adalah bekerja sebagai sopir di PT Aero Sarana Persada, jalan Mawar no-26 Surabaya.

"Pelaku melakukan pencurian uang yang ada di dalam brankas sejumlah sekitar Rp 78.000.000. dengan cara awalnya, bekerja sebagai sopir PT Aero sarana persada," papar Unit Reskrim.

Dengan gampangnya pelaku mengambil uang yang ada di Kantor itu, pada saat penjaga/Scurity tidak ada, imbuhnya.

"Setelah mendapatkan kuncinya, pelaku masuk keruangan yang menujuh berangkas yang ada didalamnya, selanjutnya mengambil seluruh uang yang ada di dalamnya," jalasnya.

Dengan kejadian tersebut, palaku kembali seperti kondisi semula dengan tujuan seolah-olah tidak terjadi pencurian, selanjutnya pelaku meninggalkan kantor untuk melarikan diri,

"Menurutnya, maksud dan tujuan pelaku melakukan pencurian uang di dalam brangkas, yaitu untuk memiliki, kemudian dari hasil pencurian digunakan untuk membeli keperluan dan kebutuhan sehari-hari serta untuk bermain judi online dan karaoke bersama wanita penghibur," ucapnya.

Dalam tindak pidana pencurian dengan pemberatan sebagai dimaksud dalam pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara dan 303 KUHP dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara, ungkapnya.

Unit Resmob Satreskrim Polrestabes Surabaya Bekuk Pencuri HP

Unit Resmob Satreskrim Polrestabes Surabaya Bekuk Pencuri HP

11 Oktober 2019

Surabaya - Unit Resmob Polrestabes Surabaya, amankan pelaku pencurian inisial MS di Jalan Jambangan Kota Surabaya.

Pelaku ini, diamankan karena diketehui mencuri Handphone Merk Vivo warna Gold di NAOMI Foto Copy Jalan Kebon Sari Tengah No.64-66 Surabaya, Rabu (09/10).

Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya AKBP Sudamiran SH.MH., menjelaskan dalam penangkapan terhadap pelaku pencurian, terhadap korban inisial MS umur 21 tahun, Warga Surabaya.

"Pihaknya, mendapatkan laporan dari inisial LR, bahwa hendpond Merk Vivo warna Gold, telah di curi oleh salah satu orang, warga yang tersebut," papar AKBP Sudamiran.

Dengan adanya laporan tersebut, sesuai LP/B/98/X/2019/JATIM/RESTABES SBY/SEK JAMBANGAN tanggal 6 Oktober 2019, Unit Resmob langsung menindak lanjuti perkara itu.

"Dengan kerja keras anggota, tidak lama, pelaku inisial MS di tangkap Unit Resmob, pada hari Rabu tanggal 09 Oktober 2019 sekitar pukul 09:30 Wib, di jalan Jambangan Surabaya," ungkap AKBP Sudamiran.

Menurutnya, MS mengambil sebuah Handphone Merk Vivo warna Gold di meja pada saat pemiliknya, akan mengeprint Dokumen, pelapor tidak mengetahui bahwa handphonenya telah diambil oleh terlapor, jelasnya.

Dari penangkapan terhadap inisial MS, Unit Resmob Polrestabes Surabaya, menyita barang bukti berupa, satu Unit Sepeda Motor Jenis Honda Beat warna putih bernopol L-5118-HL, dan Satu HP Merk VIVO V7+ warna Gold beserta dosboxnya, CCTV di TKP, Pakaian yang dipakai saat kejadian, ungkapnya.

Dengan adanya bukti yang ada, pelaku tindak pidana pencurian Pasal 362 - 367 KUHP. "Barang siapa mengambil barang sesuatu, yang seluruhnya atau sebagaian kepunyaan orang lain, dengan maksud untuk dimiliki secara melawan hukum, diancam karena pencurian, dengan pidana penjara paling lama lima tahun atau denda paling banyak enam puluh rupiah," tegas Kasat Reskrim AKBP Sudamiran.( Reskrim, Humas, LM )

Satreskrim Polrestabes Surabaya Amankan Pelaku Penganiayan

Satreskrim Polrestabes Surabaya Amankan Pelaku Penganiayan

11 Oktober 2019

Surabaya - Tim Resmob Polrestabes Surabaya berhasil mengungkap perkara pengeniayaan sehingga mengakibatkan salah satu orang meninggal dunia, Jum'at (11/10).

Pelaku yang mengakibatkan seorang meninggal, yang bernama MN 30. Klampis ngasem Sukolilo Surabaya.

Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya AKBP Sudamiran SH.MH., menyampikan bahwa anggota Satreskrim mendapatkan laporan dari masyarakat, di Area parkir restoran di Sukolilo Surabaya, telah terjadi pengeniayaan sehingga mengakibatkan meninggal dunia.

"Dengan adanya laporan tersebut, Tim Resmob langsung melakukan pengejaran dan penangkapan terhadap pelaku," ungkap Sudamiran.

Menurut Keterangan pelaku, memukul korban mengenai pipi sebelah kanan, selanjutnya secara spontan tersangka memukul korban menggunakan gagang sapu secara berkali, sehingga mengakibatkan kepala korban bocor dan langsung di larikan ke rumah sakit.

Dengan kejadian tersebut, sala satu orang yang menjadi korban pengeniayaan, saat ini meninggal dunia.

"Pelaku beserta barang bukti berupa gagang sapu, di bawa ke Polrestabes Surabaya, dan akan di tetapkan dengan pasal 351 ayat 3 KUHP," pungkas AKBP Sudamiran.( Satreskrim, Humas, LM)

Pisa Dari Istri Bapak Cabuli Anak

Pisa Dari Istri Bapak Cabuli Anak

1 Oktober 2019

Entah apa yang ada di dalam pikiran AS (34), ayah yang mencabuli putri sulungnya sendiri, DT (7). Kepada polisi, dia mengaku khilaf ketika melihat putrinya itu. "Saya senang saja lihat badannya dia. Nafsu gitu," ujar AS saat diperiksa penyidik dari Unit Perlindundan Perempuan dan Anak (PPA) Kepolisian Resort Kota Besar Surabaya, usai diringkus, Jumat (20/9/2019) malam. Saat ditanya mengapa pria yang kini bekerja sebagai jualan somay tersebut bisa merasakan nafsu pada sang putri, ia mengaku tak tahu. Ia hanya mengatakan bahwa dirinya hanya tidak bisa mengendalikan rasa nafsunya. "Gitu saja, saya enggak tahu (kenapa bisa nafsu), khilaf saja," ucapnya. AS

Berdali Ingin Berikan Kasih Sayang, Pria Ini Malah Cabuli Anak Pacar

Berdali Ingin Berikan Kasih Sayang, Pria Ini Malah Cabuli Anak Pacar

17 September 2019

Surabaya - Tidak puas memadu kasih dengan seorang janda, membuat Rudy NT (51), nekat mencabuli anak kekasihnya itu. Parahnya, pria kelahiran Jalan Bojongloa, Bandung itu mencabuli korban CT (14), saat tidur di satu ranjang bersama ibu korban. Akibat perbuatannya, tersangka terancam menghabiskan masa tua di balik jeruju besi.
Tersangka ditangkap oleh anggota unit Perlindungan Perempuan dan anak (PPA), Satreskrim Polrestabes Surabaya di tempat tinggal tersangka Perumahan Selingsing Munggu, Kabupaten Badung, Bali. Itu setelah, ibu korban yang tidak terima dengan peristiwa itu, melaporkan ke pihak kepolisian.
"Rumah tersebut, sudah ditempati tersangka dan ibu korban beberapa tahun terakhir. Sementara korban yang masih duduk di bangku sekolah kelas VIII SMP, berdomisili di Kecamatan Waru, Sidoarjo," kata Kanit PPA Satreskrim Polrestabes Surabaya AKP Ruth Yeni.
Lebih lanjut, Ruth menjelaskan jika aksi bejat tersangka bermula 2015 lalu. Saat itu, korban masih duduk di bangku sekolah dasar (SD). Bermula dari tersangka yang menjalin kasih setelah bertemu dengan ibu korban yang berstatus janda di Surabaya.
Setelah perkenalan itu, keduanya bersepakat untuk berhubungan sebagai sepasang kekasih. Tersangka pun rela menerima ibu korban meski dengan kondisi sebagai janda. "Namun, hal itu ternyata hanya modus agar bisa tidur bersama dengan ibu sekaligus anak (korban, red)," lanjut mantan Panitreskrim Polsek Wonokromo itu.
Dari hasil pemeriksaan terungkap, pria yant bekerja sebagai manajer kafe di Bali itu, sudah belasan kali mencabuli korban. Itu dilakukan masing-masing di hotel Pulau Dewata Bali dan di Hotel Surabaya. "Tersangka memanfaatkan kesempatan saat korban berlibur ke Bali, ataupun saat tersangka dan ibu korban menjenguk ke Surabaya.
"Kalau kedatangan korban, sejoli itu selalu memanjakan korban dengan salah satunya mengajak tidur di Hotel ataupun tempat penginapan yang mewah. Hanya saja, itu dijadikan kesempatan bagi bangsa tersangka melancarkan aksi bejatnya," pungkas Ruth.(fdn)

Unit Resmob Satreskrim Polrestabes Surabaya Berhasil Menangkap Tersangka Kasus Pencurian

Unit Resmob Satreskrim Polrestabes Surabaya Berhasil Menangkap Tersangka Kasus Pencurian

22 Agustus 2019

Anggota Unit Resmob Satreskrim Polrestabes Surabaya Berhasil Mengamankan tersangka pelaku pencurian yang ternyata merupakan karyawan Hotel.

Ajak Anggota Olahraga Bersama, Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya Ingin Agar Anggotanya Tetap Mejaga Kebugaran Tubuh

Ajak Anggota Olahraga Bersama, Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya Ingin Agar Anggotanya Tetap Mejaga Kebugaran Tubuh

22 Agustus 2019

Kegiatan diawali dengan melakukan apel terlebih dahulu. Setelah selesai apel langsung melakukan pemanasan dilanjutkan lari memutari Jl.Indrapura , dan kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya AKBP Sudamiran, S.H.,M.H.

DPO

Total DPO: 169
sp2hp
Total SP2HP: 10215
promoter
_NOPROD