Berita Terbaru

Pelaku Penganiayaan Terhadap Anak Dibawah Umur Berhasil Ditangkap Satreskrim Polrestabes Surabaya

Pelaku Penganiayaan Terhadap Anak Dibawah Umur Berhasil Ditangkap Satreskrim Polrestabes Surabaya

11 Juni 2021

Surabaya – Pelaku penganiayaan terhadap anak yang mengakibatkan korbannya meninggal dunia berhasil ditangkap Unit Resmob Satreskrim Polrestabes Surabaya di Daerah Pamulang Tanggerang Selatan pada tanggal 09 Juni 2021 yang lalu.

 

Kejadian penganiayaan yang dilakukan oleh tersangka berinisial WBPM warga Surabaya terhadap korban, berawal dari masalah kebutuhan sehar-hari yang semakin tinggi. Hingga akhirnya pada tanggal 26 Mei 2021 korban datang ke kos tersangka di daerah Sawahan, Surabaya dan bermain bersama anaknya.

 

Karena melihat korban memiliki Hp, tak lama kemudian tersangka memiliki niatan untuk menguasai Hp milik korban yang masih berusia 12 tahun untuk dijual demi memenuhi kebutahan ekonomi sehari-harinya. 

 

Tersangka mengambil sebuah batu batako/paving untuk menganiaya korban yang sedang bermain di dalam kamar kos bersama anak tersangka, sehingga mengakibatkan korban mengalami retak di tulang tengkorak kanan di kepalanya dan meninggal dunia.

 

“Korban dipukul dua kali menggunakan paving kearah kepala, sehingga korban meninggal dunia setelah beberapa hari dirawat di Rumah Sakit,” ucap Wakapolrestabes Surabaya, AKBP Hartoyo, S.I.K., M.H., saat memimpin konferensi pers ungkap kasus penganiayaan di halaman A Polrestabes Surabaya, Jum’at (11/06/2021).

 

Setelah tersangka melakukan penganiayaan terhadap korban, kemudian melarikan diri bersama anaknya dan menjual Handphone milik korban. Selanjutnya tersangka pulang ke Jawa Barat dengan cara berjalan kaki dan menggunakan kendaraan umum dengan meminta-minta bantuan kepada orang lain, dari kota ke kota hingga sampai di Wilayah Tangerang.

 

Kemudian Unit Resmob Satreskrim Polrestabes Surabaya melakukan pengejaran terhadap tersangka dan dilakukan penangkapan pada pada tanggal 9 Juni 2021 pukul 12.00 Wib di sekitar halaman Masjid Al-Araaf Pamulang Tangerang Selatan.

Surabaya – Pelaku penganiayaan terhadap anak yang mengakibatkan korbannya meninggal dunia berhasil ditangkap Unit Resmob Satreskrim Polrestabes Surabaya di Daerah Pamulang Tanggerang Selatan pada tanggal 09 Juni 2021 yang lalu.

 

Kejadian penganiayaan yang dilakukan oleh tersangka berinisial WBPM warga Surabaya terhadap korban, berawal dari masalah kebutuhan sehar-hari yang semakin tinggi. Hingga akhirnya pada tanggal 26 Mei 2021 korban datang ke kos tersangka di daerah Sawahan, Surabaya dan bermain bersama anaknya.

 

Karena melihat korban memiliki Hp, tak lama kemudian tersangka memiliki niatan untuk menguasai Hp milik korban yang masih berusia 12 tahun untuk dijual demi memenuhi kebutahan ekonomi sehari-harinya. 

 

Tersangka mengambil sebuah batu batako/paving untuk menganiaya korban yang sedang bermain di dalam kamar kos bersama anak tersangka, sehingga mengakibatkan korban mengalami retak di tulang tengkorak kanan di kepalanya dan meninggal dunia.

 

“Korban dipukul dua kali menggunakan paving kearah kepala, sehingga korban meninggal dunia setelah beberapa hari dirawat di Rumah Sakit,” ucap Wakapolrestabes Surabaya, AKBP Hartoyo, S.I.K., M.H., saat memimpin konferensi pers ungkap kasus penganiayaan di halaman A Polrestabes Surabaya, Jum’at (11/06/2021).

 

Setelah tersangka melakukan penganiayaan terhadap korban, kemudian melarikan diri bersama anaknya dan menjual Handphone milik korban. Selanjutnya tersangka pulang ke Jawa Barat dengan cara berjalan kaki dan menggunakan kendaraan umum dengan meminta-minta bantuan kepada orang lain, dari kota ke kota hingga sampai di Wilayah Tangerang.

 

Kemudian Unit Resmob Satreskrim Polrestabes Surabaya melakukan pengejaran terhadap tersangka dan dilakukan penangkapan pada pada tanggal 9 Juni 2021 pukul 12.00 Wib di sekitar halaman Masjid Al-Araaf Pamulang Tangerang Selatan.

 

“Diketahui tersangka hingga saat ini tidak memiliki tempat tinggal tetap atau no maden (berpindah-pindah) dan selalu beristirahat di tempat umum,” lanjut AKBP Hartoyo.

 

Akibat perbuatannya, dikenakan Pasal 80 ayat (3) UU RI No. 35 tahun 2014 tentang Perubahan UU RI No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancama 10 tahun penjara atau denda paling banyak Rp 200.000.000,00 (dua ratus juta rupiah).

“Diketahui tersangka hingga saat ini tidak memiliki tempat tinggal tetap atau no maden (berpindah-pindah) dan selalu beristirahat di tempat umum,” lanjut AKBP Hartoyo.

 

Akibat perbuatannya, dikenakan Pasal 80 ayat (3) UU RI No. 35 tahun 2014 tentang Perubahan UU RI No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancama 10 tahun penjara atau denda paling banyak Rp 200.000.000,00 (dua ratus juta rupiah).

Rugikan Ratusan Miliyard Ahliwaris, Mafia Tanah di Surabaya Berhasil Ditangkap Polisi

Rugikan Ratusan Miliyard Ahliwaris, Mafia Tanah di Surabaya Berhasil Ditangkap Polisi

10 Juni 2021

Surabaya – Sindikat mafia tanah menjadi perhatian Kepolisian Resort Kota Besar (Polrestabes) Surabaya karena dapat merugikan para korbannya. Baru-baru ini, sindikat pemalsu dokumen pengajuan kepemilikan peta bidang atas tanah berhasil diamankan oleh Unit Harda Satreskrim Polrestabes Surabaya.

Diketahui tersangka yang telah melakukan pemalsuan dokumen tersebut berinisial DP (49) telah mengajukan permohonan peta bidang atas tanah yang telah diakui dibelinya dimana dalam proses permohonan pengukuran tertanggal 19 Desember 2019.

Namun, DP telah melampirkan dokumen yang diduga palsu sebagai kelengkapan administrasi permohonan pengukuran sebagaimana dalam warkah, DP pun juga menunjuk lokasi tanah di sebagian wilayah Kelurahan Manukan Kulon dan sebagian wilayah Kelurahan Manukan Wetan. Sehingga terbit Peta Bidang Tanah No. 51/2020, NIB 11037 Kel. Manukan Kulon, Luas hasil ukur 17.551 m², an. pemohon DP, padahal tanah yang diakui tersangka tidak tercatat di Buku C Kel. Manukan Kulon.

Objek surat yang diduga palsu adalah Surat Pernyataan Penguasaan Fisik dan Yuridis Bidang Tanah tertanggal 10 November 2019 yang dibuat oleh DP dan menerangkan bahwa DP memiliki dan menguasai fisik bidang tanah Letter C 6 No. 197 yang terletak di Jl. Margomulyo. Akan tetapi hal itu semua tidak sesuai dengan fakta yang ada.

Ada beberapa fakta yang menguatkan bahwa tersangka tidak memiliki hak penguasaan terhadap tanah tersebut, diantaranya: DP tidak memiliki dan tidak ada hak menguasai objek tanah yang dimohonkan peta bidang tersebut, karena tanah tersebut merupakan milik ahli waris IKHSAN dan masih dikuasai secara fisikoleh para ahli waris.

Selain itu, ada juga beberapa objek surat lainnya yang diduga dipalsukan terkait pernyataan pemasangan batas bidang tanah yang di tandatangani oleh tetangga yang berbatasan 2 (dua) orang saksi dan di tandatangani oleh yang bersangkutan dibuat pada November 2019 lalu.

Sedangkan kenyataannya Yang bertanda tangan pada pemilik tanah sebelah timur bukan H Ichsan, namun atas nama Sukir yang bukan merupakan pemilik tanahnya. Bentuk tanda tangan pemilik tanah sebelah timur sama dengan Sukir pada surat Perjanjian tanggal 15 Maret 2016.

Kemudian yang bertanda tangan pada pemilik tanah sebelah barat bukan H Safar, melainkan H Masud. Sedangkan bentuk tanda tangan tersebut sama dengan bentuk tandatangan H Masud pada surat Perjanjian tanggal 15 Maret 2016 dan Surat pernyataan tanggal 9 Mei 2016.

Dari keterangan Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Johnny Eddizon Isir, S.I.K., M.T.C.P., didampingi Kasatreskrim, Perwakilan Pengadilan Negeri Tanjung Perak dan Perwakilan Pemkot Surabaya, mengatakan dalam proses permohonan tersebut, tersangka DP juga dibantu oleh tersangka lain yaitu S dan SH, saat memimpin konferensi pers di Halaman Utama Polrestabes Surabaya, Kamis (10/06/2021).

“Dimana mereka memiliki peran yang berbeda, ada yang mengurus pendataan atau kelengkapan surat-surat yang dipalsukan, ada juga yang berperan untuk mengetahui sebeluk-beluk data kepemilikan tanah tersebut dan beberapa peran lainnya,” jelas Kombes Pol Johnny Eddizon Isir.

Potensi kerugian yang diderita oleh ahli waris yang tanahnya telah dimohonkan penerbitan peta bidang senilai kurang lebih Rp.170.000.000.000,00 (seratus tujuh puluh miliyard rupiah) sampai dengan Rp. 476.000.000.000,00 (empat ratus tujuh puluh enam miliyard rupiah).

Terakhir Kombes Pol Johnny Eddizon Isir mengatkan pihaknya bersama tim gugus tugas pemberantasan mafia tanah akan terus berkometmen dan berkolaborasi dalam memberantas kasus mafia tersebut.

Barang bukti yang berhasil diamankan oleh petugas berupa, Beberapa Copy Legalisir Warkah permohonan, Beberapa Copy Legalisir peta krawangan Persil, Surat Pernyataan Pengoperan Hak Tanah dan beberapa dokumen lainnya yang ditandatangani tidak sesuai dengan aslinya.

Akibat perbuatannya, tersanka dikenakan pasal Perkara Pemalsuan Surat Jo. Turut serta melakukan tindak pidana sebagaimana dimaksud dalam Pasal 263 KUHP Jo. Pasal 55,56 KUHP dengan ancaman hukuman 6 (enam) tahun penjara.

Sigap Tangkap Pelaku Pencurian Anggota Reskrim Polsek Sukolilo, Terima Reward dari Kapolrestabes Surabaya

Sigap Tangkap Pelaku Pencurian Anggota Reskrim Polsek Sukolilo, Terima Reward dari Kapolrestabes Surabaya

5 Juni 2021

Surabaya, Sabtu, 05 Juni 2021 Kapolrestabes Surabaya Kombespol Johhny Eddizon Isir, S.I.K., M.T.C.P. memberikan reward kepada tiga anggota reserse kriminal karena kesigapannya dalam melakukan pengejaran dan penangkapan pelaku pencurian Handphone.

Penghargaan itu diberikan setelah empat polisi berjibaku meringkus dua pelaku kejahatan jalanan hingga alami luka di wajahnya.

Empat polisi itu di antaranya Iptu Zainul Abidin sebagai kanit reskrim Polsek Sukolilo, Aipda Rizal Adhianto, Aipda Didiet ES dan Brigpol Devi Firmansyah.


Hal itu, berawal dari laporan seorang satpam yang mengetahui handphone miliknya yang hilang saat dichass di Pos Satpam Ruko Mega Galaxy, Anggota Reskrim Polsek Sukolilo langsung melakukan patroli tersamar dan menghasilkan duanm orang laki-laki yang dicurigai dengan ciri-ciri yang disebutkan oleh korban.

Saat hendak dilakukan penangkapan pelaku melakukan pemberontakan dan perlawanan serta berusaha melarikan diri. Kemudian anggota Reskrim Pun melakukan pengejaran dan penyergapan hingga terjadi kecelakaan yang mengakibatkan salah seorang anggota opsnal polsek sukolilo mengalami luka robek pada hidung.

Kedua pelaku akhirnya bisa diringkus dan dibawa ke mako polsek Sukolilo dengan Barang Bukti Handphone Oppo milik Korban. Karena aksi kesigapan anggota Opsnal Reskrim Polsek Sukolilo ini Kapolrestabes Surabaya memberikan reward sebagai bentuk apresiasi.

Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol JE Isir melalui Wakapolrestabes Surabaya, AKBP Hartoyo mengatakan, penghargaan itu diberikan sebagai komitmen institusi terhadap anggota yang berprestasi.

"Reward ini diberikan pimpinan kepada personil Polri yang berprestasi, berdedikasi tinggi dalam tugas melayani masyarakat," kata AKBP Hartoyo.
Hartoyo mengatakan agar apa yang dilakukan oleh empat personel Polri dari Polsek Sukolilo itu menjadi teladan bagi personel lainnya yang tengah menjalankan tugasnya sebagai pelayan masyarakat.

"Ini bisa menjadi contoh dan teladan bahwa Polri harus total melayani masyarakat. Tidak boleh ada ruang kejahatan sekecil apapun di kota Surabaya," tandasnya.

Polrestabes Surabaya Gelar Hasil Ungkap Ops Sikat  Semeru dan Pemusnahan Miras 2021

Polrestabes Surabaya Gelar Hasil Ungkap Ops Sikat Semeru dan Pemusnahan Miras 2021

13 April 2021

Surabaya - Selasa 13 April 2021 telah dilaksanakan Press Release hasil Operasi Sikat Semeru 2021 oleh Polrestabes Surabaya serta Polsek Jajaran dengan sasaran penanggulangan kejahatan curas, curat, curanmor, penyalahgunaan sajam, senpi, handak, peredaran miras dan narkoba serta pemberantasan premanisme yang meresahkan masyarakat guna menciptakan kondusif kamtibmas di wilayah hukum Polrestabes Surabaya menjelang ramadhan 2021. 

Press release dan pemusnahan BB Miras dipimpin oleh Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Johnny Eddizon Isir S.I.K., M.T.C.P didampingi oleh : Sekretaris Daerah Kota Surabaya Ir. Hendro Gunawan, Danrem 084/ Bhaskara Jaya Surabaya, Kajari Kota Surabaya, Ka PN Kota Surabaya dan Kejari Perak , Ketua MUI Kota Surabaya, Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya AKB Oki beserta Pejabat Utama Polrestabes Surabaya.


Dari hasil ungkap itu, polisi menyita sekitar 4696 botol miras yang dimusnahkan, Selasa (12/4/2021).


"Selain miras, ada pula premanisme yang kami lakukan pembinaan, sekitar 2255 kasus, dimana 2023 orang kami lakukan pembinaan," ujar Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol J.E. Isir, Selasa (13/4/2021).


Rangkaian operasi cipta kondisi itu dilakukan kepolisian menjadi tiga bagian, yakni Operasi Pekat, Operasi Keselamatan, dan operasi ketupat pada H-7 hingga H+7 Idul Fitri nanti.


"Upaya kepolisian ini bersama tiga pilar, pemkot dan TNI, tentu biar warga bisa tenang dan nyaman saat beribadah di bulan suci Ramadan," imbunnya.


Selain itu,Isir juga berpesan agar komunikasi bersama lintas institusi dengan melibatkan warga bisa terjalin baik guna mewujudkan keamanan,ketertiban dan kenyamanan masyarakat di Surabaya.


"Kami sadari tidak bida sendiri. Peran serta pemerintah kota, TNI dan masyarakat adalah kunci untuk dapat mewujudkan kamtibmas secara maksimal di kota Surabaya tercinta ini," tandasnya.

Satreskrim Polrestabes Surabaya Ungkap Peredaran Dolar Pecahan 100US$ Palsu Sebanyak 15.000 Lembar

Satreskrim Polrestabes Surabaya Ungkap Peredaran Dolar Pecahan 100US$ Palsu Sebanyak 15.000 Lembar

8 Maret 2021

Surabaya – Satreskrim Polrestabes Surabaya mengungkap jaringan peredaran uang palsu pecahan 100 dolar Amerika Serikat dari seorang saksi warga Surabaya pada Senin (8/4/2021) di halaman Mapolrestabes Surabaya.

Sebanyak 15.000 lembar pecahan 100 US$ atau setara dengan 21 milyar telah diamankan. Hasil labfor membuktikan bahwa uang tersebut palsu. “Bisa dikatakan palsu karena bentuknya tidak presisi, dan sudah dibuktikan dari hasil labfor,”jelas Kasatreskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Oki Ahadian Purwono.

“Uang palsunya hampir menyerupai dengan yang asli, karena jika dilihat sesekali dari bentuk dan ukuran sudah menyerupai yang asli. Namun ada beberapa yang kurang sempurna seperti tanda air, dan nomor seri. Karena dolar nomor serinya tercatat, setelah di cek tidak ada,”ungkap Wakasatreskrim Polrestabes Surabaya, Kompol Ambuka Yudha Hardi Putra, S.H., S.I.K., M.H.

Tersangka berjumlah dua orang, berinisial IWW (42) warga Kota Denpasar dan SMJ (56) warga Kabupaten Bangli. Menurut penjelasan dari Wakasatreskrim Polrestabes Surabaya, uang dolar palsu tersebut berhasil diungkap kepalsuannya ketika korban menyerahkan uang tersebut ke Bank. “Menurut pengakuan dari yang bersangkutan, uang ini tadinya akan dimasukkan di bank setelah diberikan oleh kedua tersangka tersebut untuk ditukar dengan surat berharga. Untuk lebih jelasnya kami kurang tahu, karena sebelumnya sudah kami amankan terlebih dahulu,” jelasnya.

Jaga Kesehatan Satreskrim Polrestabes Surabaya Lakukan Lari Pagi dan Jalani Tes Urine

Jaga Kesehatan Satreskrim Polrestabes Surabaya Lakukan Lari Pagi dan Jalani Tes Urine

6 Maret 2021

Surabaya – Satuan Reserse Kriminal Polrestabes Surabaya melaksanakan olahraga bersama guna menjaga kesehatan dan meningkatkan daya tahan tubuh. Setelah olahraga bersama, seluruh anggota menjalani tes urin di Gedung Bhara Daksa, Polrestabes Surabaya.

Kegiatan lari pagi yang diikuti oleh 135 anggota Satreskrim Polrestabes Surabaya bertujuan menjaga daya tahan tubuh ditengah pandemi Covid-19 dan meningkatkan kekompakan anggota, “kegiatan olahraga bersama ini selain tujuannya untuk meningkatkan kesehatan, kebugaran, dan daya tahan tubuh ditengah pandemi Covid-19 juga untuk meningkatkan kekompakan anggota. Karena jika anggota sehat, pelaksanaan tugas dan tanggungjawab Polri untuk mengayom, melayani, menegakkan hukum kepada masyarakat pun akan maksimal dan sesuai dengan presisi Kapolri,”ucap Wakasatreskrim Kompol Ambuka Yudha Hardi Putra, S.H., S.I.K., M.Si. Kamis (6/4/2021)

Setelah lari pagi bersama, seluruh personel Satreskrim Polrestabes Surabaya termasuk semua Kanit menjalani tes urine untuk mengantisipasi penyalahgunaan narkoba di kalangan aparat penegak hukum. “Hasilnya seluruh anggota alhamdulillah dinyatakan negatif penyalahgunaan narkotika,” jelas Wakasatreskrim Polrestabes Surabaya

Nginap Di Hotel Tanpa Bayar dan Mengaku Pejabat Kejaksaan Seorang Pria Ditangkap Polisi

Nginap Di Hotel Tanpa Bayar dan Mengaku Pejabat Kejaksaan Seorang Pria Ditangkap Polisi

5 Maret 2021

Surabaya – Seorang pria berinisial AS (39) warga Sambikerep, Surabaya ditangkap setelah adanya laporan dari beberapa pihak yang dirugikan karena diduga melakukan tindak pidana penggelapan sejumlah uang dan penipuan.

“Tersangka melakukan tindakan penipuan dengan menjanjikan bisa menjadikan korbannya pegawai di Kementerian Hukum dan HAM, tersangka juga mengaku sebagai jaksa, dan melakukan penggelapan uang sebesar Rp 625.000.000,” ungkap Kasatreskrim Polrestabes Surabaya AKBP Oki Ahadian Purwono.

Dibenarkan oleh tersangka AS ketika ditanya langsung pada saat pihak Reskrim Polrestabes Surabaya menggelar konferensi pers di Mapolrestabes Surabaya, Jum’at (5/4/2021), bahwa dirinya mengaku sebagai jaksa dengan membuat serta membeli sendiri baju dinas dan atribut yang digunakan. Uang yang didapat digunakan untuk keperluan pribadi. Menurut penuturuan tersangka, ia diberhentikan menjadi pegawai kejaksaan di Kalimantan, kemudian ke Surabaya.

Kronologis kejadian berhasilnya ditangkap tersangka AS, karena kerjasama antara polisi, pihak Kejaksaan Negeri Surabaya dan pihak hotel yang dirugikan oleh tersangka. Menurut keterangan hotel yang dirugikan, tersangka sering menginap dan melakukan pembayaran mundur serta melakukan pengancaman terhadap hotel yang bersangkutan dengan mengaku sebagai pejabat di Kejaksaan Negeri Surabaya.

Tersangka berhasil ditangkap di salah satu hotel di kawasan Surabaya Barat pada 2 Maret 2021. Barang bukti yang turut diamankan, beberapa lembar bukti transfer dari bank BCA, sepasang pakaian resmi kejaksaan beserta atributnya, tongkat komando berlogo kejaksaan, satu buah KTP berstatus pekerjaan PNS, dan Kartu PIJ (Persatuan Jaksa Indonesia) atas nama tersangka. Tersangka diancam hukuman penjara paling lama 4 tahun sesuai dengan pasal 378 dan 372 KUHP

Berhasil Bongkar Prostitusi Online, Seorang Muncikari Diamankan Polisi

Berhasil Bongkar Prostitusi Online, Seorang Muncikari Diamankan Polisi

16 Februari 2021

Surabaya – Prostitusi online di Surabaya berhasil dibongkar oleh Polisi. Seorang muncikari berusia 18 tahun berhasil diringkus Polisi di Apartemen Menara Rungkut, Rungkut Menanggal, Surabaya pada 8 Februari 2021.

Tersangka berinisial NS, korban PHK dari perusahaannya ia bekerja karena terdampak pandemi Covid-19 mencari tambahan penghasilan, dengan membuka grup facebook bernama Pasar Baru Lendir Online Surabaya.

Dari hasil penjualan tersangka, korban Berinisial AAI berumur 14 tahun warga Sidoarjo, mendapt imbalan Rp 350.000. Sedangkan tersangka mendapat keuntungan Rp 150.000. Polisi berhasil meringkus tersangka pada 7 Februari 2021 pukul 19.00 WIB dengan membawa barang bukti berupa sebuah handphone merk Samsung dan uang tunai senilai Rp 650.000

Saat ini tersangka telah diamankan dan dibawa ke Rutan Polrestabes Surabaya. Dan dijerat dengan perkara tindak pidana memperdagangkan anak dan atau melakukan eksploitasi ekonomi/seksual anak sesuai dengan pasal 2 Jo 17 UU RI No. 21 Tahun 2007 tentang PTTPO dan atau pasal 88 Jo 76I UU No. 33 Tahun 2014 tentang perubahan UU No. 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak.

Gerak Cepat Unit Jatanras Satreskrim Polrestabes Surabaya, Bekuk Pelaku Jambret

Gerak Cepat Unit Jatanras Satreskrim Polrestabes Surabaya, Bekuk Pelaku Jambret

8 Februari 2021

Surabaya – Unit Jatanras Polrestabes Surabaya berhasil menangkap pelaku jambret di Jalan Dukuh Kupang, Jum’at (29/1/2021) lalu. Pelaku berhasil ditangkap petugas di Jalan Pakis Gunung, Jum’at (5/2/2021) sekitar pukul 05.30 WIB.

Menindak lanjuti terkait berita penjambretan dan laporan polisi oleh seorang wanita yang menjadi korban bernama Sri Wulandari (23). Petugas Unit Jatanras Polrestabes Surabaya langsung melakukan penyelidikan dan berhasil menangkap pelaku. “Kami langsung melakukan penyelidikan, memburu pelaku, dan berhasil menangkapnya,” ujar Kanit Jatanras, Iptu Agung Kurniawan. ( Senin, 8/2/2021)

Iptu Agung Kurniawan juga menjelaskan kronologisnya, bahwa pelaku berinisial JLR (19) sebelum melakukan aksinya, sudah melakukan survey di sekitar kawasan Dukuh Kupang Barat mengendarai sepeda motor. “Pelaku melihat korban sendirian mengendarai sepeda motor sambil memainkan handphonenya. Setelah itu pelaku membuntuti sampai di depan Klinik Dokter Gigi langsung menarik handphone korban,” jelasnya.

Korban mengalami luka yang cukup serius di bagian kepala, luka gores di beberapa bagian tubuhnya, dan mendapat beberapa jahitan akibat berusaha mengejar pelaku yang kemudian korban ditendan hingga tersungkur di pinggir jalan. Saat ini, korban sedang dalam proses pemulihan.

Kanit Jatanras juga mengimbau untuk lebih berhati-hati dalam berkendara. “Terutama bagi seorang wanita yang mengendarai sepeda motor sendirian di malam hari untuk tidak memainkan handphonenya. Karena berbahaya bagi keselamatan dan juga mengundang kejahatan,”tegasnya.

DPO

Total DPO: 169
sp2hp
Total SP2HP: 11458
promoter
_NOPROD