Berita Terbaru

Sat Reskrim Polrestabes Surabaya Amankan Pelaku Penipuan

Sat Reskrim Polrestabes Surabaya Amankan Pelaku Penipuan

13 Desember 2019

Surabaya - Membantu untuk pengajuan pinjeman uang melalui Via Aplikasi hendpond di Bank DIGI. Inisial AA (35) tahun alamat Jalan Simo Mulyo Kota Surabaya, manfaatkan keadaan dengan mentransfer ke rekeningnya sendiri.

"Palaku ini, kami amankan karena dugaan perkara penipuan dan atau penggelapan, Selasa (03/12) sekitar pukul 12:30 Wib, di Warung kopi Darat Jalan Simo Gunung 120 Surabaya," ujar Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya AKBP Sudamiran.

Ia menjelaskan, bahwa korban minta bantuan kepada tersangka Via aplikasi hendpond, guna pengajuan pinjeman uang di Bank DIGI. Setalah berashil (cair) uang tersebut, di transfer ke rekening korban.

"Namun uang tersebut, tidak diserahkan kepada korban, melainkan oleh tersangka di transfer ke rekening sendiri," kata Kasat Reskrim AKBP Sudamiran Polrestabes Surabaya.

Dengan hal itu, oleh tersangka uang tersebut, digunakan untuk kepentingan pribadi, tanpa sepengetahuan korban. Sehingga ia bertanggung jawab untuk membayar angsurannya ke Bank DIGI, jelasnya.

"Demi kepentingan penyelidikan lebih lanjut, anggota Polisi, membawa tersangka beserta barang buktinya ke Mapolretabes Surabaya. Dan akan kami sangkakan dalam pasal 378 KUHP dan atau pasal 372 KUHP dengan data yang tersebut," pungkas Kasat Reskrim AKBP Sudamiran Polrestabes Surabaya.( LM, SKT7, Humas )

Cabuli Bocah 15 Tahun di Bukit Palma Surabaya, Pria Ini Ditangkap Ubit PPA Polrestabes Surabaya

Cabuli Bocah 15 Tahun di Bukit Palma Surabaya, Pria Ini Ditangkap Ubit PPA Polrestabes Surabaya

12 Desember 2019

Berbekal iming-iming uang Rp 20 ribu, MM (21) pemuda asal Gresik nekat mencabuli seorang gadis berinisial NA (15) di sebuah lahan kosong di perumahan Bukit Palma, Kecamatan Pakal, Surabaya.
.
Pelaku juga tega mendokumentasikan tindakan cabul kepada korban melalui handphone (Hp) miliknya.
.
"Terbongkarnya aksi bejat pelaku setelah orang tua korban mendapatkan kiriman dari pelaku. Orang tua korban langsung melaporkan ke unit PPA," kata Kanit Pelayanan Perempuan dan Anak, Satreskrim Polrestabes Surabaya, AKP Ruth Yeni, Rabu (11/12/2019).
.
Pencabulan tersebut dilakukan tersangkan pada bulan Agustus 2019 lalu. Saat itu korban diajak pelaku nongkrong di lahan kosong perumahan Bukit Palma Surabaya.
.
"Di lokasi tersebut, pelaku memperdayai korban dengan uang dengan alasan untuk membeli jajan dan ia tega melakukan pencabulan," ujarnya.
.
Pelaku dijerat Pasal 82 Undang-undang Republik Indonesia no 17 tahun 2016 tentang penetapan Perpu no 1 tahun 2016 tentang perubahan kedua Uu RI no 23 th 2002 tentang perlindungan anak.( LM, Tito JT )

Satreskrim Polrestabes Surabaya Tembak Mati Begal Sadis

Satreskrim Polrestabes Surabaya Tembak Mati Begal Sadis

7 Desember 2019

Surabaya - Dua begal sadis yang mengakibatkan jari tangan dan kaki korbannya putus ditembak polisi. Kedua begal itu adalah M Hartono (31) dan Noval Rinaldy (22). Hartono tertembak mati, sedangkan Noval ditembak di bagian kakinya. Kedua begal itu diketahui merupakan warga Jalan Balongsari Madya dan telah melakukan aksinya sebanyak 12 kali.

Kapolrestabes Surabaya Kombes Sandi Nugroho mengatakan tersangka atas nama Hartono terpaksa ditembak mati karena melawan saat akan ditangkap. Tersangka yang tewas juga diketahui merupakan eksekutor.

"Dua pelakunya masih muda, orang Surabaya lagi. Yang bikin saya kecewa, (orang) Surabaya tidak bisa menjaga Surabaya," Kapolrestabes saat menggelar jumpa pers di kamar mayat RSU dr Soetomo, Jumat (6/12/2019).

"Dari pelaku tersebut, satu orang yang akan ditangkap melawan petugas dan ditindak tegas. Dan ternyata yang ditembak adalah eksekutor yang menggunakan pisau," tambah mantan Kapolrestabes Medan, Sumatera Utara, itu.
Dari hasil penyelidikan, kedua begal tersebut diketahui telah melakukan aksinya 12 kali dengan 12 TKP dan 12 korban. Korban terakhir bahkan harus kehilangan jari tangan dan kakinya karena bacokan senjata tajamnya.

"Mungkin masih ingat kejadian di Jalan Satelit Selatan Nomor 38, ada sepasang muda-mudi menggunakan motor Scoopy kemudian dirampas sepedanya," tuturnya.

"Karena korban mempertahankan hak miliknya, ia kemudian dianiaya dengan menggunakan senjata tajam hingga tangannya hampir putus, jarinya putus, dan kakinya putus," tambahnya.

Setelah merampas motor hasil kejahatannya, tersangka menjualnya kepada penadah yang ada di Madura. Adapun yang berperan yang menjual selama ini adalah Hartono sendiri.

Tim Anti Bandit Polsek Simokerto, Bekuk Pelaku Begal

Tim Anti Bandit Polsek Simokerto, Bekuk Pelaku Begal

4 Desember 2019

Tim Anti Bandit Polsek Simokerto Surabaya, menindak tegas para pelaku kejahatan tindak kriminalitas diwilayahnya.
2 pelaku tindak kejahatan kriminalitas itu di hadiahi timah panas karena berusaha melawan petugas.

Berawal dari Laporan korban ke Mapolsek Simokerto Polrestabes Surabaya 1 desember 2019.

Kejadian tindak kejahatan Kriminalitas tersebut terjadi di jln kenjeran tepatnya di palang pintu Rel kereta api.
Mereka sengaja mencari mangsa dan membuntuti kendaraan R2 berjenis matic.
Setelah sampai di palang pintu rel kereta api motor korban di tendang sampai jatuh, dan pelaku membawa kabur motor hasil rampasan tersebut.

Berdasarkan dari laporan tersebut. Tim Anti Bandit polsek Simokerto pengembangkan dan melakukan olah TKP
Denga meminta keterangan dari sejumlah saksi di lokasi kejadian

"Tidak akan ada Tempat bagi pelaku tindak kejahatan dan Kriminalitas di kota Surabaya, Terutama di wilayah Polsek Simokerto.
Kemanapun Larinya Akan Kami Kejar dan cari " Tegas Kumpul Mulyono

Bos Ekspedisi ini Dibekuk Polisi, Lantaran Gelapkan 21 Kendaraan Rental Antar Kota

Bos Ekspedisi ini Dibekuk Polisi, Lantaran Gelapkan 21 Kendaraan Rental Antar Kota

3 Desember 2019

Unit Reskrim Polsek Sawahan Surabaya menangkap seorang pelaku penipuan dan penggelapan kendaraan bermotor milik beberapa pengusaha rental mobil di Surabaya dan Gresik.

Pelaku adalah Oditya Pradana (23) warga Jalan Simo Sidomulyo 5 / 15 Surabaya.

"Saya punya perusahaan yang bergerak di bidang Ekspedisi namun karena vendor tak bayar tagihan, saya bangkrut dan justru terlilit hutang sebesar Rp 300 Juta," kata Oditya, Senin (2/12/2019).

Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Sandi Nugroho mengatakan modus kejahatan pelaku dengan cara menyasar pengusaha rental mobil untuk jadi korbannya.

"Tersangka menyewa mobil kepada korban dengan cara kontrak selama setahun dengan kesepakatan harga yang relatif. Berbekal nama perusahaan yang digelutinya, tersangka meyakinkan korban tidak akan cidera janji. Namun kenyataanya, mobil tersebut malah digadaikan oleh tersangka ke beberapa orang penadah yang masih DPO," kata Sandi.

Dari hasil penyelidikan, nominal uang setiap unit yang digadaikan bervariasi mulai Rp 20 Juta hingga Rp 30 juta per unit.

"Tersangka biasanya memposting unit mobil itu ke Facebook atau ditawarkan ke beberapa penadah kenalannya," ujarnya.

Tercatat ada 21 unit kendaraan bermotor yang digelapkan oleh tersangka, terdiri dari 19 unit mobil dan dua unit motor.

Yessi (34), warga Sidoarjo yang menjadi salah satu korban Oditya Pradana Putra, mengaku sempat putus asa mencari keberadaan mobilnya.

Mobil Honda Mobilio putih bernopol W 1789 NN miliknya itu dibawa kabur tanpa kabar oleh Oditya sejak bulan September lalu.

"Dia (tersangka) itu nyewa ke saya secara kontrak selama satu tahun dengan biaya sewa Rp 5,5 juta," kata Yessi.

Setelah terjadi perjanjian bermaterai, tersangka kemudian mengirimkan bukti transfer kepada Yessi yang merupakan bukti transfer palsu.

"Saya cek ke pihak bank, ternyata tidak ada transaksi dan capture yang dikirimkan itu palsu," terangnya.

Yessi yang mengetahui jika dirinya telah ditipu, kemudian menghubungi nomor telepon Oditya yang telah tidak aktif.

"Saya sudah putus asa, karena mobil saya ini tidak ada gps nya," lanjutnya.

"Saya bersyukur mobil saya bisa ketemu, saya sudah tidak berharap lagi awalnya. Tapi beruntung ada polisi," tandasnya.

Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Sandi Nugroho mengimbau kepada seluruh masyarakat utamanya pengusaha rental agar lebih berhati-hati dalam menjalankan bisnisnya.

Jika ada yang mencurigakan, masyarakat diminta langsung melakukan koordinasi dengan pihak kepolisian.

"Kami mengimbau kepada masyarakat agar tetap waspada terhadap aksi kejahatan penggelapan seperti ini. Jika ada yang mencurigakan dan tidak masuk akal, segera koordinasi dengan kepolisian terdekat," tandas Sandi.

Satreskrim Polrestabes Surabaya bekuk Pelaku Ujaran Kebencian Menggunakan Profil Mantan Pacar Nya

Satreskrim Polrestabes Surabaya bekuk Pelaku Ujaran Kebencian Menggunakan Profil Mantan Pacar Nya

16 Oktober 2019

Surabaya - Satu akun Facebook memposting penghinaan atau penistaan terhadap salah satu agama. Setelah ditindaklanjuti, seorang pria pengelola akun itu, ditangkap Polrestabes Surabaya.

Pria pengelola tiga akun Facebook itu ternyata seorang pria berinisial OAS (36) warga Sukolilo, Surabaya. Sedangkan foto perempuan dalam postingan berisi penghinaan terhadap Allah dan Nabi Muhammad serta Al Quran itu, merupakan mantan pacarnya, yaitu AG (29), warga Surabaya.

"Dia memposting ujaran kebencian, penghinaan terhadap agama tertentu dengan akun Facebook palsu," terang Kasatreskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Sudamiran, Selasa (15/10/2019).

Menurut Sudamiran, tersangka OAS memposting penghinaan terhadap agama itu pada awal tahun 2019. Setelah mendapat laporan dari intelijen, Satreskrim Polrestabes Surabaya menerjunkan Tim Unit Jatanras untuk melakukan penelusuran.

Unit Jatanras dipimpin Kanit Iptu Giadi Nugraha dan Kasubnit Iptu Tio Tondy kemudian melakukan penyelidikan. Tidak mudah bagi tim ini untuk mencari keberadaan pelaku. Sebab postingan tersebut sudah dihapus oleh pelaku dan akun Facebook palsu buatan pelaku sudah diblokir Facebook lantaran berkonten negatif.

"Tim Unit Jatanras melakukan penyelidikan berbekal informasi intelijen, tangkapan layar postingan itu serta lokasi yang sempat dicantumkan dalam postingan pelaku tersebut," terang Sudamiran.

Memang, dalam postingannya itu, pelaku memposting sebuah foto kaki seseorang yang menginjak kitab suci umat Islam dan seorang perempuan, yaitu AG. Postingan itu diunggah ke sebuah Grup Facebook. Dalam captionnya, pelaku menuliskan sebuah alamat di Surabaya bila ada pihak yang tidak terima.

"Foto kaki itu diambil dari internet, sedangkan foto perempuan yang diposting pelaku itu asli karena didapat pelaku saat masih berpacaran dengan korban," beber Sudamiran.

Setelah melakukan sederet penyelidikan, Tim Unit Jatanras melacak keberadaan pelaku dan menangkapnya sekitar pukul 18.15 Wib, pada 14 Oktober 2019, di parkiran Marvell City Surabaya.

Hasil pemeriksaan terungkap bila pelaku sengaja memposting foto AG pada unggahan ujaran kebencian dan penistaan agama itu lantaran sakit hati cintanya ditolak orangtua korban. OAS dan AG menjalin hubungan asmara sejak bulan Desember 2014. Namun bulan April 2016, hubungan tersebut berakhir lantaran tidak direstui orangtua korban.

"Setelah penolakan itu, pelaku mulai memposting foto AG untuk ditawarkan dalam pusaran prostitusi. Saat itu pelaku menggunakan akun Facebook atas nama NOAS," tambah Sudamiran.

Pada Januari 2018, pelaku juga membuat akun Facebook baru dengan nama Chann Sharlynn untuk dapat masuk ke grup JANDA LEBIH MENGGODA, grup SELIMUT TETANGGA, grup TEMAN TAPI MESRA, dan lainnya.

Setelah itu, barulah pelaku membuat akun Facebook dengan nama Merlynn Chan untuk memposting ujaran kebencian atau penghinaan terhadap agama.

Sementara, pelaku OAS meminta maaf kepada seluruh umat Islam di Surabaya maupun Indonesia. Permintaan maaf itu disampaikan di depan sejumlah tokoh Agama Islam dan ormas yang datang pada saat kasus tersebut diekspose di Mapolrestabes Surabaya.

"Tidak ada maksud bermacam-macam untuk negara. Saya minta maaf kepada seluruh umat muslim di Surabaya maupun Indonesia. Saya tidak akan mengulangi perbuatan saya," ucao OAS.

"Awalnya saya sakit hati saja. Ini urusan pribadi saja," tutupnya.

Atas perbuatannya, OAS dijerat dengan Pasal 28 ayat (2) dan atau Pasal 45a ayat (2) dan atau Pasal 27 ayat (3) dan atau Pasal 45 ayat (3) Undang-undang (UU) RI Nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan UU RI Nomor 11 tahun 2011 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).( Humas, Satreskrim, TT )

Satreskrim Polrestabes Surabaya Amankan Pelaku Tawuran

Satreskrim Polrestabes Surabaya Amankan Pelaku Tawuran

15 Oktober 2019

Surabaya - Satreskrim Polrestabes Surabaya berhasil menangani kejadian tawuran antar Geng Jawara VS All Star, yang berada di wilayah hukum Polretabes Surabaya, Senin (14/10).

Kampung jawara ini, yang berlokasi dekatnya Jalan Simo Pomahan Gang Mawar, Kel. Simomulyo Kec. Sukomenunggal Surabaya,

Berawal kejadian tersebut, pada tanggal 20 September 2019, di mana ada satu korban yang disekap di tiga lokasi, tepatnya, kerembangan-Simo kemudian di bawa kemenganti Kabupaten Gersik.

Dalam penyekapan yang dilakukan Geng Jawara kepada korban, yang berlokasi di Menganti Kabupaten Gersik, diloksi itulah pelaku mengeniaya dilakukan, dengan menampilkan dan mengupload di salah satu Facebook.

"Dengan kejadian tersebut, Satreskrim Polrestabes Surabaya melakukan penyelidikan terhadap pelaku," ujar AKBP Sudamiran.

Alhasil dari penyelidikan yang dilakukan Satreskrim Polrestabes Surabaya. Pada tanggal 22 September di temukan penyekapan di daerah Menganti Kabupaten Gersik, ungkapnya Sudamiran.

Dapat kami sampaikan, dari penanganan kasus ini, kami dapat melakukan penangkapan terhadap 9 tersangka yang dewasa ada 2 yang masih dibawah umur ada 7, ke-duanya sudah diamankan dirutan Polrestabes Surabaya.

"Sedangkan yang ke-tujuh masih dalam manangan, Densos Unit pelindungan anak di bawah umur," jelasnya.( LM )

Unit Reskrim Polsek Tegalsari Amankan Pembobol Brangkas

Unit Reskrim Polsek Tegalsari Amankan Pembobol Brangkas

15 Oktober 2019

Surabaya - Sopir PT Aero Sarana Persada, bernama Irfan Zakaria bin Nurwahid 38 tahun, Jalan Kalibokor no.54 Surabaya/Kos Jalan Pucangan Gg. 3 no.115 Surabaya, manfaatkan kesempatan untuk melakukan pencurian.

Pria itu, yang bekerja di PT Aero Sarana Persada, manfaatkan untuk mengambil uang di Brangkas Kantor PT Aero sarana persada Jalan Mawar Nomor 26 Kota Surabaya, Senin (14/10).

Unit Reskrim Polsek Tegal Sari Polrestabes Surabaya mengatakan, bahwa pelaku ini, adalah bekerja sebagai sopir di PT Aero Sarana Persada, jalan Mawar no-26 Surabaya.

"Pelaku melakukan pencurian uang yang ada di dalam brankas sejumlah sekitar Rp 78.000.000. dengan cara awalnya, bekerja sebagai sopir PT Aero sarana persada," papar Unit Reskrim.

Dengan gampangnya pelaku mengambil uang yang ada di Kantor itu, pada saat penjaga/Scurity tidak ada, imbuhnya.

"Setelah mendapatkan kuncinya, pelaku masuk keruangan yang menujuh berangkas yang ada didalamnya, selanjutnya mengambil seluruh uang yang ada di dalamnya," jalasnya.

Dengan kejadian tersebut, palaku kembali seperti kondisi semula dengan tujuan seolah-olah tidak terjadi pencurian, selanjutnya pelaku meninggalkan kantor untuk melarikan diri,

"Menurutnya, maksud dan tujuan pelaku melakukan pencurian uang di dalam brangkas, yaitu untuk memiliki, kemudian dari hasil pencurian digunakan untuk membeli keperluan dan kebutuhan sehari-hari serta untuk bermain judi online dan karaoke bersama wanita penghibur," ucapnya.

Dalam tindak pidana pencurian dengan pemberatan sebagai dimaksud dalam pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara dan 303 KUHP dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara, ungkapnya.

Unit Resmob Satreskrim Polrestabes Surabaya Bekuk Pencuri HP

Unit Resmob Satreskrim Polrestabes Surabaya Bekuk Pencuri HP

11 Oktober 2019

Surabaya - Unit Resmob Polrestabes Surabaya, amankan pelaku pencurian inisial MS di Jalan Jambangan Kota Surabaya.

Pelaku ini, diamankan karena diketehui mencuri Handphone Merk Vivo warna Gold di NAOMI Foto Copy Jalan Kebon Sari Tengah No.64-66 Surabaya, Rabu (09/10).

Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya AKBP Sudamiran SH.MH., menjelaskan dalam penangkapan terhadap pelaku pencurian, terhadap korban inisial MS umur 21 tahun, Warga Surabaya.

"Pihaknya, mendapatkan laporan dari inisial LR, bahwa hendpond Merk Vivo warna Gold, telah di curi oleh salah satu orang, warga yang tersebut," papar AKBP Sudamiran.

Dengan adanya laporan tersebut, sesuai LP/B/98/X/2019/JATIM/RESTABES SBY/SEK JAMBANGAN tanggal 6 Oktober 2019, Unit Resmob langsung menindak lanjuti perkara itu.

"Dengan kerja keras anggota, tidak lama, pelaku inisial MS di tangkap Unit Resmob, pada hari Rabu tanggal 09 Oktober 2019 sekitar pukul 09:30 Wib, di jalan Jambangan Surabaya," ungkap AKBP Sudamiran.

Menurutnya, MS mengambil sebuah Handphone Merk Vivo warna Gold di meja pada saat pemiliknya, akan mengeprint Dokumen, pelapor tidak mengetahui bahwa handphonenya telah diambil oleh terlapor, jelasnya.

Dari penangkapan terhadap inisial MS, Unit Resmob Polrestabes Surabaya, menyita barang bukti berupa, satu Unit Sepeda Motor Jenis Honda Beat warna putih bernopol L-5118-HL, dan Satu HP Merk VIVO V7+ warna Gold beserta dosboxnya, CCTV di TKP, Pakaian yang dipakai saat kejadian, ungkapnya.

Dengan adanya bukti yang ada, pelaku tindak pidana pencurian Pasal 362 - 367 KUHP. "Barang siapa mengambil barang sesuatu, yang seluruhnya atau sebagaian kepunyaan orang lain, dengan maksud untuk dimiliki secara melawan hukum, diancam karena pencurian, dengan pidana penjara paling lama lima tahun atau denda paling banyak enam puluh rupiah," tegas Kasat Reskrim AKBP Sudamiran.( Reskrim, Humas, LM )

DPO

Total DPO: 169
sp2hp
Total SP2HP: 10360
promoter
_NOPROD