Berita Terbaru

Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya, Ajak Anggota Olaraga Bersama

Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya, Ajak Anggota Olaraga Bersama

19 Februari 2020

Surabaya - Rabu (19/02/2020) sekira pukul 07.00 wib, anggota Sat Reskrim Polrestabes Surabaya khususnya anggota opsnal dan penyidik melaksanakan olah raga pagi bersama di halaman lapangan C Mapolrestabes Surabaya, hal ini guna menjaga kebugaran masing-masing anggota sehingga dalam pelaksanaan tugas tidak mengalami sakit dan pelaksanaan tugas berjalan dengan lancar mengingat banyak kejadian di wilayah hukum Kota Surabaya.

Kasat Reskrim AKBP Sudamiran., S.H., M.H saat dikonfirmasi mengatakan bahwa kegiatan olahraga bersama anggota Sat Reskrim Polrestabes Surabaya selalu rutin dilaksanakan agar seluruh anggota reskrim polrestabes surabaya sehat dan siap mengungkap kejahatan di kota surabaya.

Dengan pelaksanaan olahraga bersama pagi ini semoga kebugaran anggota dapat terjaga dan fisik menjadi meningkat mengingat tugas Polri ke depan khususnya Sat Reskrim sangat berat karena kejahatan masih ada dimana-mana sedangkan anggota kami juga terbatas namun hal tersebut tidak membuat putus asa anggota Sat Reskrim Tulungagung dan terbukti sedikit demi sedikit kami sudah bisa melakukan pengungkapan kasus selama tahun 2017 ini meliputi 3 C (Curat, Curas dan Curanmor+penadahnya) dan kasus perjudian, penganiayaan secara bersama-sama serta kasus Korupsi. Semoga ke depan Sat Reskrim Polres Tulungagung dapat selalu memberikan rasa aman dan nyaman masyarakat Tulungagung yang ayem tentrem Mulyo lan Tinoto. Pungkas Iptu Hery Poerwanto SH.

Sat Reskrim Polrestabes Surabaya Kabulkan Penaguhan Zikria

Sat Reskrim Polrestabes Surabaya Kabulkan Penaguhan Zikria

17 Februari 2020

Surabaya – Pekan pertama Februari 2020 yang lalu, jagad maya sempat di gegerkan dengan isu penghinaan terhadap Walikota Surabaya, Tri Rismahari dengan ujaran kebencian dan perumpamaan atau dibandingkan dengan hewan di dalam sebuah postingan disalah satu akun Facebook atas nama Zikria Dzatil.

Tak lama kemudian Satreskrim Polrestabes Surabaya, berhasil menangkap tersangka di Bogor dan dilakukan penahanan di Mapolrestabes Surabaya, saat konferensi pers tersangka mengakui atas kesalahannya dan meminta maaf kepada Risma melalui Kapolrestabes Surabaya secara tertulis.

Lanjut, Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Dr. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum, meneruskan permohononan maaf dari tersangka kepada Risma. Kemudian, Walikota yang dikenal ramah dan murah hati itu, dengan lapang dada ia memaafkan tersangka. Tetapi, soal proses hukum tetap dikembalikan kepihak Polrestabes Surabaya.

Zikria tidak puas dengan pernyataan dari Walikota yang telah memaafkannya, melainkan ia tetap berusaha dan meminta hukumannya di tangguhkan, karena dia memiliki anak yang masih berusia dini dan harus memberikan ASI kepadannya.

Kemudian kuasa hukum beserta suami tersangka mengajukan permohon penangguhan penahanan terhadap Zikria Dzatil. Hal ini dibenarkan oleh Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Sudamiran dan hari ini pengajuan itu dikabulkan dengan beberapa pertimbangan.

“Ya benar kuasa hukum maupun suaminya telah mengajukan permohonan penangguahan penahanan, kemudian pimpinan telah minta saran kepada penyidik dan penyidik telah memberikan saran untuk penangguhan dan hari ini dipulangkan.” Ucap AKBP Sudamiran saat di wawancarai di Gedung Anindita Polrestabes Surabaya, Senin (17/02/2020).

Kasat Reskrim mengatakan bahwa pengajuan penangguhan sudah diatur sesuai dengan pasal 312 KUHP yang mana tersangka, kuasa hukum maupun keluarganya mempunyai hak untuk mengajukannya dan penyidik mempunyai kewenangan untuk menilainya.

Dan AKBP Sudamiran menyampaikan kewenangan pengajuan kepada penyidik dari pihak tersangka hari ini dikabulkan. Dengan beberapa pertimbangan, yang pertama pemeriksaan terhadap tersangka sudah selesai.

“Kemudian penyidik meyakini tersangka tidak akan mengulangi perbuatan dan tidak menghilangkan barang bukti serta tidak melarikan diri Dan jaminanya adalah orang suami dan kuasa hukumnya. Dan hari ini tersangka bisa langsung dipulangkan dengan status penangguhan penahanan.” Tandas Kasatreskrim Polrestabes Surabaya, AKB Sudamiran.

Zikria Dzatil mengucapkan banyak terimakasih atas dikabulkannya pemohonnya tesebut, “Saya sangat-sangat bersyukur pada Allah atas semua ini. Saya ambil hikmahnya. Saya juga berterima kasih banyak kepada jajaran Polrestabes Surabaya, mulai dari penangkapan saya di Bogor, sampai penahanan, hingga keluar ini, banyak membantu saya dalam proses ini,” ungkap Zikria.

“Selain itu saya juga banyak berterimakasih kepada Bunda Risma yang telah memaafkan saya, mencabut berkas saya. Dan harapan saya, semoga bisa bertemu dengan beliau secara langsung dan meminta maaf secara langsung,” tambah Zikria.

Setelah resmi ditangguhkan dan dipulangkan hari ini, Zikria bersama suami, anaknya dan kuasa hukumnya akan pulang ke tempat tinggalnya sementara di Surabaya. (Humas)

Unit PPA Tangkap Pelaku Pencabulan

Unit PPA Tangkap Pelaku Pencabulan

7 Februari 2020

Surabaya - Diduga Cabuli anak dibawah umur, ZA (16) warga Jl. Ploso XI  Surabaya, ditangkap Polisi.

Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya AKBP Sudamiran mengatakan, penangkapan terhadap tersangka tersebut atas laporan orang tua korban yang tidak terima dengan perbuatan tersangka.

“Tersangka kita tangkap pada (05/02/2020). Petugas mengamankan satu pelaku katagori anak. Untuk saat ini telah diamankan guna proses penyidikan lebih lanjut,” ungkapnya, Jumat (07/02/2020).

Disampaikan Damiran, korban adalah murid yang mengaji di mushollah milik kakek tersangka, saat korban pulang dari mengaji tersangka mengajak korban di kamarnya lalu meminjamkan korban HP dan memperlihatkan video porno kemudian celna korban di lepas dan tersangka menyuruh korban membelakangi tersangka selanjutnya tersangka menggesekan penisnya ke bagian belahan pantat korban lalu memasukkan penisnya ke kemaluan korban, selanjutnya korban disiruh pulang dan tidak boleh mengatakan kejadian tersebut kepada siapapun,” terang Sudamiran.

Mengetahui hal tersebut orang tua korban tidak terima, kemudian melapor ke Polrestabes Surabaya. ” Pelaku dikenakan Pasal 76 E Jo. Pasal 82 ayat (1) UURI No. 17 tahun 2016 tentang penetapan perppu UURI No. 1 tahun 2016 tentang perubahan kedua UURI No. 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak menjadi undang-undang dengan ancaman pidana minimal 5 tahun paling lama 15 tahun penjara,” pungkasnya.( LM/SKT.7/Humas )

 

Briptu Imas Lakukan Pemeriksaan Saksi Korban Penganiayan

Briptu Imas Lakukan Pemeriksaan Saksi Korban Penganiayan

5 Februari 2020

Surabaya - Polisi melakukan pemeriksaan sejumlah saksi korban penganiayaan NA, AND dan AZ, tiga anak kecil, Surabaya Jawa Timur. Salah satu saksi ibu korban. "Hari ini penyidik akan meminta keterangan dari ibu korban dan juga beberapa saksi yang melihat langsung peristiwa tersebut," kata Kanit PPA Sat Reskrim Polrestabes Surabaya AKP Ruth Yeni, Rabu (10/2/2020). Ruth menambahkan, terlapor sudah diidentifikasi oleh penyidik Polrestabes Surabaya. Kasus ini, kata dia, melibatkan pelaku dan korban yang masih di bawah umur, sehingga dalam proses penyidikan harus ada pendampingan dari unit perlindungan perempuan dan anak.

Kasatreskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Sudamiran menyampaikan bahwa kegiatan yang dilaksanakan ini merupakan tugas dan tanggung jawab anggota satreskrim dalam melakukan pemeriksan terhadap tersangka maupun saksi serta mediasi, hal ini bertujuan untuk memberikan pelayanan prima kepada masyarakat khususnya warga kota Surabaya.

"Mari kita bekerjasama dan sama-sama bekerja sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya masing-masing dengan tujuan untuk memberikan pelayanan prima kepada masyarakat," ujar AKBP Sudamiran, Kasatreskrim Surabaya. ( LM, 70, Humas )

Briptu Imas Lakukan Pemeriksaan Saksi Korban Penganiayan

Briptu Imas Lakukan Pemeriksaan Saksi Korban Penganiayan

5 Februari 2020

Surabaya - Polisi melakukan pemeriksaan sejumlah saksi korban penganiayaan NA, AND dan AZ, tiga anak kecil, Surabaya Jawa Timur. Salah satu saksi ibu korban. "Hari ini penyidik akan meminta keterangan dari ibu korban dan juga beberapa saksi yang melihat langsung peristiwa tersebut," kata Kanit PPA Sat Reskrim Polrestabes Surabaya AKP Ruth Yeni, Rabu (10/2/2020). Ruth menambahkan, terlapor sudah diidentifikasi oleh penyidik Polrestabes Surabaya. Kasus ini, kata dia, melibatkan pelaku dan korban yang masih di bawah umur, sehingga dalam proses penyidikan harus ada pendampingan dari unit perlindungan perempuan dan anak.

Kasatreskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Sudamiran menyampaikan bahwa kegiatan yang dilaksanakan ini merupakan tugas dan tanggung jawab anggota satreskrim dalam melakukan pemeriksan terhadap tersangka maupun saksi serta mediasi, hal ini bertujuan untuk memberikan pelayanan prima kepada masyarakat khususnya warga kota Surabaya.

"Mari kita bekerjasama dan sama-sama bekerja sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya masing-masing dengan tujuan untuk memberikan pelayanan prima kepada masyarakat," ujar AKBP Sudamiran, Kasatreskrim Surabaya. ( LM, 70, Humas )

Polsek Sukolilo Bersama Sat Pol PP Kota Surabaya Berhasil Amankan  Sembilan Remaja

Polsek Sukolilo Bersama Sat Pol PP Kota Surabaya Berhasil Amankan Sembilan Remaja

4 Februari 2020

SURABAYA - Sembilan remaja yang diduga hendak tawuran diamankan di kawasan Menur Pumpungan oleh Tim Asuhan Rembulan beserta pasukan gabungan dari Polsek Sukolilo, anggota Linmas serta Camat dan Lurah setempat, Senin (3/2/2020) malam.

Kepala Satpol PP Surabaya, Irvan Widyanto mengatakan, mereka yang diamankan diduga terkait dengan kaburnya remaja saat penggerebekan di sebuah warkop kawasan Manyar beberapa waktu lalu.

Sejumlah barang bukti disita dari mereka berupa 2 pedang, 1 gergaji dan 1 gir.

"Setelah diinterogasi, para remaja itu mengakui kalau sajam tersebut miliknya," kata Irvan saat dikonfirmasi, Selasa (4/2/2020).

Irvan mengungkapkan, total ada sembilan remaja yang diamankan, rata-rata masih pelajar SMP.

Setelah diinterogasi itu, remaja yang terindikasi tawuran tersebut kemudian dibawa ke kantor Satpol PP Surabaya.

Irvan mengatakan, pihaknya juga berkoordinasi dengan Dinas Pengendalian Penduduk, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP5A) untuk tindak lanjut dari penertiban itu.

Berdasarkan informasi yang didapat, saat ini, remaja belasan tahun itu sudah dikirim ke Liponsos Keputih.

ABG Asal Sukolilo Diamankan Unit PPA Satreskrim Polrestabes Surabaya

ABG Asal Sukolilo Diamankan Unit PPA Satreskrim Polrestabes Surabaya

3 Februari 2020

SURABAYA - Seorang pelajar berinisial MS (18), asal Jl. Pumpungan Gg. V, Sukolilo, Surabaya, terpaksa harus berurusan dengan Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polrestabes Surabaya.

Pelaku MS ditangkap karena terbukti melakukan persetubuhan terhadap anak dibawah umur berinisial Bunga (16), warga Sidoarjo, di sebuah rumah kos Jl. Bharatajaya Gg.20/5 Surabaya.

Kanit PPA Polrestabes Surabaya AKP Ruth Yeni menuturkan, pelaku dengan korban saling kenal. Modus dari pelaku membujuk rayu korban akan dinikahi nantinya sehingga terjadilah perbuatan tersebut" kata Ruth Yeni.

"Ruth Yeni menjelaskan kronologis dugaan persetubuhan tersebut berawal pada Senin 20 januari 2020 sekitar pukul 16.00 WIB, tersangka menjemput korban dari rumah menuju TKP untuk diajak disebuah rumah kos di Jl. Bharata Jaya 20/05 Surabaya.

Sesampainya dikamar kos, korban diajak melakukan persetubuhan dengan cara dibujuk rayu akan dinikahi nantinya," beber Ruth Yeni.

Lanjut Ruth Yeni, perbuatan tersebut dilakukan sebanyak 6 kali dari hari Senin sampai dengan hari Rabu 20 Januari 2020 sampai dengan 22 Januari 2020.

"Dan lebih parah lagi, setiap harinya pelaku menyetubuhi korban sebanyak 2 kali berulang hingga 6 kali perbuatan, hingga pada akhirnya korban diketemukan oleh pihak keluarganya," sebut Ruth Yeni.

Akibat perbuatannya itu, pelaku dijerat dengan persangkaan Pasal 81 UURI NO 17 tahun 2016 tentang penetapan perpu no. 01 tahun 2016 tentang perubahan ke2 atas UU RI No. 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak.

Seorang pelaku tindak pidana persetubuhan dengan cara paksa (cabul), diringkus Unit PPA Sat Reskrim Polrestabes Surabaya.

Seorang pelaku tindak pidana persetubuhan dengan cara paksa (cabul), diringkus Unit PPA Sat Reskrim Polrestabes Surabaya.

3 Februari 2020

Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya Melalui Kanit PPA AKP Ruth Yeni, Senin (03/02/2020), menjelaskan, pelaku dengan inisial JL (18) ditangkap pada Selasa 29 Januari 2020 kemaren, saat berada dirumahnya di rumah nya di kedung rukem surabaya.

"Tersangka JL ditangkap berdasarkan laporan pihak keluarga korban, pada tanggal 7 Desember 2019 lalu. Setelah memintai keterangan korban akhirnya tim langsung melakukan penangkapan terhadap tersangka dirumahnya,” terangnya.

Menurut Ruth Yeni, kejadian berawal ketika korban sebut saja Mawar (13) berkenalan dengan tersangka JL (18), pada bulan Januari 2019 ketika bertemu di balai Rw dekat rumah tersangka,  dari situ tersangka dan korban ahirnya bertukar no Hp,  kemudian mereka sering berkomunikasi lewat chat Hp,  kemudian pada hari rabu tanggal 4 Desember 2019 pukul 19.00 wib,  tersangka terlebih dahulu menghubungi korban melalui chat wa dan menyuruhnya untuk datang ke rumah,  sesampainya di rumah tersangka, korban langsung di tarik oleh tersangka ke dalam rumah dan di paksa oleh tersangka untuk bersetubuh dengannya,  pada saat kejadian suasana rumah tersangka sedang sepi sehingga tidak ada saksi yg mengetahui,  sebelumnya juga tersangka pernah menarik dengan paksa korban ke belakang rumahnya dan memaksa korban mengulum kemaluan tersangka hingga keluar spermanya di mulut korban,  atas kejadian tersebut korban melaporkan kepada ibunya,  kemudia ibu kandungnya melporkan kejadian persetubuhan tersebut ke Polrestabes  surabaya untuk proses lanjut.," ulasnya.

Saat ini tersangka JL telah diamankan di mapolrestabes surabaya untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, dan kepada tersangka sambung Ruth Yeni, dikenakan pasal 81 dan 82 Undang-undang 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak, dengan ancaman hukuman 15 tahun kurungan penjara.

Sat Reskrim Polrestabes Surabaya Bekuk Pelaku Ujaran Kebencian

Sat Reskrim Polrestabes Surabaya Bekuk Pelaku Ujaran Kebencian

3 Februari 2020

Surabaya - Kepolisian Resort Kota Besar (Polrestabes) Surabaya, Jawa Timur, hari ini kembali menggelar Konferensi Pers ungkap kasus berkaitan dengan ujaran kebencian yang sempat viral media sosial (Medsos) yang di tujukan kepada Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini beberapa waktu lalu di raung Museum Hidup Polrestabes Surabaya, Senin (03/02/2020).

 

Kemudian pada tanggal 21 Januari 2020 masyarakat mendesak Mapolrestabes Surabaya dan melaporkan ujaran tersebut untuk segera di proses sesuai dengan hukum yang berlaku, sehingga Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol sandi Nugroho memerintahkan angotanya untuk melakukan penyelidikan.

 

Selanjutnya dengan laporan tersebut Satreskrim Polrestabes Surabaya melakukan penyelidikan terhadap tersangka pemilik akun facebook (fb) atas nama Zikria Dzatil yang memposting ujaran kebencian atau penghinaan pada tanggal 16 Januari 202o sekitar jam 18.59 yang lalu sehingga menjadi viral di media sosial (Medsos).

Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Sandi Nugroho, mengatakan pada saat penyelidikan terhadap kasus ini petugas mendapati sebanyak 16 saksi-saksi korban dan saksi yang mengetahui maupun saksi ahli lainnya, sehingga pada tanggal 31 Januari 2020 melakukan penangkapan terhadap tersangka di daerah Bogor, Jawa Barat.

Dari penyelidikan petugas ada beberapa barang bukti yang diamankan diantaranya dua buah handphone (Hp) dan 3 print out chapter yang ditunjukkan Kombes Pol Sandi Nugroho terhdap awak media.

“Saat ini tersangka sudah diperiksa dan sedang dalam proses untuk melengkapi mindik maupun yang lain yang segera secepatnya akan kita limpahkan ke pengadilan untuk memberikan kepastian hukum. Semua ini kami lakukan atas kehendak dan ridho Allah serta dukungan masyarakat, jadi kami mohon do’a dan dukungannya agar bisa menjalankan tugas ini dengan baik dan amanah.”Tandas Kapolrestabes Surabaya.

Akibat perbuatannya tersangka disandangkan dengan pasal 28 ayat (2) jo pasal 45a ayat ( 2 ) UU RI. NO. 19 tahun 2016 tentang perubahan atas UU RI. NO. 11 tahun 2008 tentang ite dan atau pasal 27 ayat ( 3 ) jo pasal 45 ayat ( 3 ) UU RI. NO. 19 tahun 2016 tentang perubahan atas UU RI. NO. 11 tahun 2008 tentang ite dan atau pasal 310 KUHP.

“Saya sangat-sangat menyesali atas apa yang saya lakukan ini, karena yang lakukan ini tidak berniat untuk menghina bunda Risma, hanya karena dunia maya yang membuat saya tertuju kesana. Saya mohon maaf bunda, saya mohon maaf dan maafkan saya atas apa yang saya lakukan.” Ucap tersangka sambil menangis dihadapan Kapolrestabes Surabaya. 

DPO

Total DPO: 169
sp2hp
Total SP2HP: 10547
promoter
_NOPROD