Berita Terbaru

Curi Kamera, NA Asal Lombok Tengah Diamankan Polisi

Curi Kamera, NA Asal Lombok Tengah Diamankan Polisi

19 Agustus 2021

Opsnal Unit Jatanras Polrestabes Surabaya mengamankan seorang mahasiswa yang melakukan penipuan dengan modus pekerjaan menjadi asisten fotografer. Pelaku adalah NA, 26, mahasiswa asal Lombok.

Menurut Kanit Jatanras, AKP Agung Kurnia Putra, penangkapan NA berawal dari laporan Rizky Bagus, 21 bersama Hendra Wijaya, 34. Bagus merupakan pria asal Bojonegoro yang tinggal di Wonokusumo Surabaya.

Keduanya ditawari menjadi asisten fotografer acara pre wedding.

"Awalnya pelaku menjanjikan akan menjadikan korban sebagai asisten fotografer acara pre wedding," papar Agung pada Kamis (19/8).

"Dengan cara korban harus menyediakan kamera beserta kelengkapannya," imbuhnya.

Korban menyanggupi permintaan pelaku. Kemudian keduanya bertemu di taman pelangi Surabaya.

Setelah terjadi kesepakatan, kemudian pelaku membawa kamera dengan alasan akan mengambil gambar di sekitar taman.

"Kamera itu disewa korban di salah satu tempat penyewaan kamera. Selanjutnya pelaku meminta korban untuk menjemput rekan pelaku di Perumahan Darmo. Pelaku berjanji aman menunggu di Taman Pelangi," bebernya.

Korban kemudian tancap gas menjemput rekan pelaku dengan meninggalkan kamera beserta kelengkapannya. Namun teman atau rekan pelaku yang harusnya ditemui di Perumahan Darmo tidak ada.

"Saat korban mendatangi Taman Pelangi, pelaku tidak ada," terangnya.

Dari laporan, Tim Opsnal Jatanras melakukan serangkaian penyelidikan TKP penipuan di Taman Pelangi Jl. Ahmad Yani Surabaya. Saksi di sekitar TKP kemudian dimintai keterangan.

Petunjuk akhirnya didapatkan dan mengarah ke data diri dan identitas pelaku.

"Selanjutnya tim opsnal jatanras berangkat ke kota Malang untuk melakukan penangkapan di jalan Guntur Malang," bebernya.

Atas kejadian itu, korban mendapatkan kerugian materiil sebesar 150 juta rupiah dari 2 set kamera dan kelengkapannya.

Beberapa barang bukti yang diamankan sesuai hasil kejahatan adalah 1(satu) body fujifilm X-T4 (black) (SN No. 0AQ00603), 1 (satu) lansa fujinon 23 mm/XF23mmF2 R WR(silver) (SN No.8CB07605).

Lalu 1(satu) tripod manfrotto beffree hasil kejahatan, 1(satu) monitor feelworld + batre NPF 970 hasil kejahatan, 1(satu) kabel HDMI chromo hasil kejahatan.

Kemudian 1(satu) Aputure MC RGB (x2 unit) (SN No.6EP13W03581/6EP13E03600), 1 (satu) godox M1 RGB (x2 unit) hasil kejahatan, 1(satu) smallrig fujifilm X-T4, cage rig + top handle hasil kejahatan.

Kemudian 1(satu) SD card sandisk extreme 64 GB hasil kejahatan, 1(satu) lensa sony 50mm GM(SN No.1809784), 1(satu) lensa sony 70-200mm GM:N/A, 1(satu) tamron 28-75mm (SN No.9041219).

Lalu 1(satu) SSD samsung T5 1TB (SN No.S50ZNV0M400181), 1(satu) tripod manfrotto beffree GTX PRO (SN No.SDF0A6632714), m 1(satu) jaket warna biru tua sesuai rekaman CCTV.

Atas kejahatan itu, AN dijerat pasal 378 KUHP dan terancam hukuman penjara selama 4 tahun.

Berkenalan di Medsos Warga Kota Pasuruan Jadi Korban Pencurian

Berkenalan di Medsos Warga Kota Pasuruan Jadi Korban Pencurian

31 Juli 2021

Surabaya – Kembali lagi terjadi akibat kenal di Sosial Media Facebook seorang pria asal Kota Pasuruan bernama Moh. Thohal Arrobi Al Faridzi, menjadi korban pencurian kendaraan bermotor di daerah Pakal, Surabaya.

Pada awalnya, pelaku dan korban kenalan di Facebook, dalam melancarkan aksinya pelaku berinisial NF (28) kelahiran Kendal mengajak korban ke rumah kostnya didaerah Pakal. Setelah itu, pelaku menyuruh korban mandi, akan tetapi dibalik semua itu ada niatan buruk untuk merampas barang-barang milik korban.

Hal itu diketahui, setelah selesai mandi korban melihat barang-barang miliknya seperti, motor , HP dan dompet sudah tidak ada. Kemudian atas kejadian tersebut korban langsung lapor ke Polisi.

Berdasarkan adanya laporan tersebut, Unit Reskrim Polsek Pakal bersama Tim Opsnal Unit Jatanras Satreskrim Polrestabes Surabaya melakukan olah TKP di tempat kejadian dan dari hasil olah TKP petugas berhasil mendapatkan sebuah petunjuk, bahwa pelaku melarikandiri ke Kendal Jawa Tengah. Kemudian petugas melakukan pengejaran sehingga yang bersangkutan berhasil diamankan di daerah Kaliwungu Kendal Jawa Tengah.

Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Oki Ahadian P, S.I.K., M.H., membenarkan adanya penangkapan terhadap pelaku tersebut yang terjadi pada hari Rabu tanggal 24 Juli 2021 yang lalu itu.

“Iya benar kami menangkapan pelaku pencurian bermotor dan beberapa barang bukti berhasil kami sita,” ucapnya, Sabtu (31/07/2021).

Adapun barang bukti sementara yang berhasil disita petugas berupa sebuah HP Vivo y30 warna hitam (hasil kejahatan), sebuah HP redmi note 8 Warna biru (milik pelaku), uang tunai sebesar Rp. 230.000, SIM C atas nama Moh Thohal Arrobi Alfaridzi dan 2 KTP milik korban di TKP Pakal dan Jember.

“Untuk sementara terhadap perbuatan pelaku dapat dijerat dengan Pasal 362 KUHP, dan saat ini terhadap pelaku sedang kami dalami kasusnya,” tandas Kasubbag Humas Polrestabes Surabaya, AKBP Oki Ahadian P, S.I.K., M.H.

Satu Pelaku Pembunuhan Pemilik Toko Pakaian di Surabaya Diringkus Polisi, Satu Lagi Masi Diburu Petugas

Satu Pelaku Pembunuhan Pemilik Toko Pakaian di Surabaya Diringkus Polisi, Satu Lagi Masi Diburu Petugas

24 Juli 2021

Unit Resmob Satreskrim Polrestabes Surabaya berhasil meringkus satu dari dua pelaku pembunuhan juragan pakaian di pasar kapasan lantai II pada hari Kamis (22/7/2021) dini hari.

Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya melalui Kasubbag Humas Polrestabes Surabaya Kompol Muchamad Fakih, Sudah di tangkap. Satu orang pelaku yang berinisial CR warga Pabean Catikan Surabaya, pelaku sendiri di tangkap di persembunyannya di daerah Jedih Bangkalan," Ujar Kasubbag Humas, Sabtu (24/7/2021).

Kompol Muchamad Fakih menambahkan, saat ini polisi masih melakukan interogasi," ujarnya.

Sementara pelaku lainnya, masih dalam pencarian dan telah ditetapkan daftar pencarian orang ini sial MLK ( DPO ) .

Sebelumnya seorang pemilik toko pakaian di Pasar Kapasan Surabaya  di tewas dibacok orang tak dikenal di lantai II , Pada Hari Kamis (22/7/2021) sekitar pukul 10.30 WIB.

Dari hasil olah TKP dan keterangan saksi di lokasi, korban sempat didatangi oleh dua pria tak dikenal dan sempat terjadi perkelahian usai terlibat cekcok.

Karena dikeroyok dua pelaku korban sempat membela diri dan mengalami luka bacok di pinggang dan kepala, sehingga korban tersungkur dan dua pelaku melarikan diri.

Korban juga sempat dilarikan ke Rumah Sakit Dr Soewandi Tambakrejo dengan mengunakan becak untuk mendapatkan perawatan medis. Tapi akhirnya nyawa korban tak tertolong.

"Kemungkinan banyak mengeluarkan darah, sehingga korban meninggal di rumah sakit," kata kasubbag Humas Polrestabes Surabaya Kompol Muchamad Fakih. Sabtu (24/7/2021).

Kasubbag Humas Polrestabes Surabaya Kompol Muchamad Fakih menambahkan pelaku di jerat pasal 170 dan 351 KUHP dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara.

Unit Resmob Satreskrim Polrestaes Surabaya Berhasil Ungkap Penjual Tabung Oksigen Palsu

Unit Resmob Satreskrim Polrestaes Surabaya Berhasil Ungkap Penjual Tabung Oksigen Palsu

24 Juli 2021

Surabaya – Kelangkaan tabung oksigen di tengah pandemi covid-19, dimanfaatkan oleh sejumlah oknum untuk mengeruk keuntungan diatas penderitaan orang lain dengan melakukan penipuan, mereka seolah-olah menjual tabung oksigen melalui online, tapi fiktif.

Pada tanggal 21 Juli 2021 William yang mencoba memesan tabung oksigen melalui akun Facebook "MERIANG HATI" seharga 7,5 juta rupiah, untuk saudaranya yang sedang sakit keritis dan membutuhkan tabung oksigen tersebut.

Dikarenakan tabung oksigen yang dipesan oleh William tidak kunjung dikirim, kemudian ia melaporkan tersangka yang berinisial HK (36) pemilik akun Facebook “MERIANG HATI” ke Unit Resmob Satrekrim Polrestabes Surabaya pada tanggal 23 Juli 2021.

“Karena pelapor merasa tertipu, kemudian ia melaporkan kepada kami kemarin (Jum’at, 23/07/2021) atas kejadian yang dialaminya,” jelas Kanit Resmob Polrestabes Surabaya, AKP Arief Rizky Wicaksana, Sabtu (24/07/2021).

Berdasarkan laporan tersebut, kemudian Unit 3 Resmob Polrestabes Surabaya langsung bergegas dan melakukan penyelidikan dan pembuntutan kepada tersangka, sehingga pada sore harinya petugas berhasil mengamankan tersangka didaerah Jalan Panca Warna Kabupaten Gresik.

Kemudian tersangka dibawa ke Mako Polrestabes Surabaya untuk dilakukan interogasi dan penyelidikan lebih lanjut.

Barang bukti yang berhasil diamankan berupa scrinshot chat Facebook, bukti transfer uang sebesar Rp 7.500.000, dan sebuah Hand Phone untuk sarana transaksi.

Akibat perbuatannya, setiap orang yang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan berita bohong dan menyesatkan yang mengakibatkan kerugian dalam transaksi dan atau penipuan, dikenakan pasal 45 ayat 1 UU RI no.19 tahun 2016 tentang tentang informatika dan transaksi elektronik dan atau pasal 378 KUHP.

Unit Resmob Satreskrim Polrestaes Surabaya Berhasil Tangkap Tersangka Residivis Pencurian

Unit Resmob Satreskrim Polrestaes Surabaya Berhasil Tangkap Tersangka Residivis Pencurian

29 Juni 2021

Surabaya - Satuan Resort Kriminal Polrestabes Surabaya menangkap seorang pelaku residivis pencurian berinisial DS (45) di kawasan Urip Sumoharjo, Genteng, Surabaya pada Senin (28/6/2021).

DS merupakan seorang residivis dalam kasus pencurian di tahun 2018, 2019, dan 2020. "Tersangka DS merupakan residivis kasus pencurian dari tahun 2018 hingga saat ini 2021 dia ditangkap lagi dengan kasus yang sama," ucap Kanit Resmob Iptu Arif Wicaksana

Berdasarkan keterangannya, DS juga berhasil mencuri di beberapa daerah di Surabaya. Saat ini DS sudah diamankan di Mapolrestabes Surabaya.

" Tersangka DS, mobile untuk mencari tempat yang akan menjadi sasarannya. Pelaku berpura-pura menjadi pembeli atau tamu, ketika ada kesempatan pelaku langsung mengambil handphone atau barang yang ada di rumah/toko yang menjadi sasarannya," jelas Kanit Resmob.

DS berhasil mencuri di beberapa lokasi TKP yang dilaporkan, hasil curian yang kini menjadi barang bukti adalah satu buah handphone Nokia 5.1 plus warna hitam dan satu buah handphone Oppo warna pink. Tersangka akan dijerat pasal 362 KUHP dan ancaman hukuman penjara paling lama 5 tahun.

Pelaku Penganiayaan Terhadap Anak Dibawah Umur Berhasil Ditangkap Satreskrim Polrestabes Surabaya

Pelaku Penganiayaan Terhadap Anak Dibawah Umur Berhasil Ditangkap Satreskrim Polrestabes Surabaya

11 Juni 2021

Surabaya – Pelaku penganiayaan terhadap anak yang mengakibatkan korbannya meninggal dunia berhasil ditangkap Unit Resmob Satreskrim Polrestabes Surabaya di Daerah Pamulang Tanggerang Selatan pada tanggal 09 Juni 2021 yang lalu.

 

Kejadian penganiayaan yang dilakukan oleh tersangka berinisial WBPM warga Surabaya terhadap korban, berawal dari masalah kebutuhan sehar-hari yang semakin tinggi. Hingga akhirnya pada tanggal 26 Mei 2021 korban datang ke kos tersangka di daerah Sawahan, Surabaya dan bermain bersama anaknya.

 

Karena melihat korban memiliki Hp, tak lama kemudian tersangka memiliki niatan untuk menguasai Hp milik korban yang masih berusia 12 tahun untuk dijual demi memenuhi kebutahan ekonomi sehari-harinya. 

 

Tersangka mengambil sebuah batu batako/paving untuk menganiaya korban yang sedang bermain di dalam kamar kos bersama anak tersangka, sehingga mengakibatkan korban mengalami retak di tulang tengkorak kanan di kepalanya dan meninggal dunia.

 

“Korban dipukul dua kali menggunakan paving kearah kepala, sehingga korban meninggal dunia setelah beberapa hari dirawat di Rumah Sakit,” ucap Wakapolrestabes Surabaya, AKBP Hartoyo, S.I.K., M.H., saat memimpin konferensi pers ungkap kasus penganiayaan di halaman A Polrestabes Surabaya, Jum’at (11/06/2021).

 

Setelah tersangka melakukan penganiayaan terhadap korban, kemudian melarikan diri bersama anaknya dan menjual Handphone milik korban. Selanjutnya tersangka pulang ke Jawa Barat dengan cara berjalan kaki dan menggunakan kendaraan umum dengan meminta-minta bantuan kepada orang lain, dari kota ke kota hingga sampai di Wilayah Tangerang.

 

Kemudian Unit Resmob Satreskrim Polrestabes Surabaya melakukan pengejaran terhadap tersangka dan dilakukan penangkapan pada pada tanggal 9 Juni 2021 pukul 12.00 Wib di sekitar halaman Masjid Al-Araaf Pamulang Tangerang Selatan.

Surabaya – Pelaku penganiayaan terhadap anak yang mengakibatkan korbannya meninggal dunia berhasil ditangkap Unit Resmob Satreskrim Polrestabes Surabaya di Daerah Pamulang Tanggerang Selatan pada tanggal 09 Juni 2021 yang lalu.

 

Kejadian penganiayaan yang dilakukan oleh tersangka berinisial WBPM warga Surabaya terhadap korban, berawal dari masalah kebutuhan sehar-hari yang semakin tinggi. Hingga akhirnya pada tanggal 26 Mei 2021 korban datang ke kos tersangka di daerah Sawahan, Surabaya dan bermain bersama anaknya.

 

Karena melihat korban memiliki Hp, tak lama kemudian tersangka memiliki niatan untuk menguasai Hp milik korban yang masih berusia 12 tahun untuk dijual demi memenuhi kebutahan ekonomi sehari-harinya. 

 

Tersangka mengambil sebuah batu batako/paving untuk menganiaya korban yang sedang bermain di dalam kamar kos bersama anak tersangka, sehingga mengakibatkan korban mengalami retak di tulang tengkorak kanan di kepalanya dan meninggal dunia.

 

“Korban dipukul dua kali menggunakan paving kearah kepala, sehingga korban meninggal dunia setelah beberapa hari dirawat di Rumah Sakit,” ucap Wakapolrestabes Surabaya, AKBP Hartoyo, S.I.K., M.H., saat memimpin konferensi pers ungkap kasus penganiayaan di halaman A Polrestabes Surabaya, Jum’at (11/06/2021).

 

Setelah tersangka melakukan penganiayaan terhadap korban, kemudian melarikan diri bersama anaknya dan menjual Handphone milik korban. Selanjutnya tersangka pulang ke Jawa Barat dengan cara berjalan kaki dan menggunakan kendaraan umum dengan meminta-minta bantuan kepada orang lain, dari kota ke kota hingga sampai di Wilayah Tangerang.

 

Kemudian Unit Resmob Satreskrim Polrestabes Surabaya melakukan pengejaran terhadap tersangka dan dilakukan penangkapan pada pada tanggal 9 Juni 2021 pukul 12.00 Wib di sekitar halaman Masjid Al-Araaf Pamulang Tangerang Selatan.

 

“Diketahui tersangka hingga saat ini tidak memiliki tempat tinggal tetap atau no maden (berpindah-pindah) dan selalu beristirahat di tempat umum,” lanjut AKBP Hartoyo.

 

Akibat perbuatannya, dikenakan Pasal 80 ayat (3) UU RI No. 35 tahun 2014 tentang Perubahan UU RI No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancama 10 tahun penjara atau denda paling banyak Rp 200.000.000,00 (dua ratus juta rupiah).

“Diketahui tersangka hingga saat ini tidak memiliki tempat tinggal tetap atau no maden (berpindah-pindah) dan selalu beristirahat di tempat umum,” lanjut AKBP Hartoyo.

 

Akibat perbuatannya, dikenakan Pasal 80 ayat (3) UU RI No. 35 tahun 2014 tentang Perubahan UU RI No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancama 10 tahun penjara atau denda paling banyak Rp 200.000.000,00 (dua ratus juta rupiah).

Rugikan Ratusan Miliyard Ahliwaris, Mafia Tanah di Surabaya Berhasil Ditangkap Polisi

Rugikan Ratusan Miliyard Ahliwaris, Mafia Tanah di Surabaya Berhasil Ditangkap Polisi

10 Juni 2021

Surabaya – Sindikat mafia tanah menjadi perhatian Kepolisian Resort Kota Besar (Polrestabes) Surabaya karena dapat merugikan para korbannya. Baru-baru ini, sindikat pemalsu dokumen pengajuan kepemilikan peta bidang atas tanah berhasil diamankan oleh Unit Harda Satreskrim Polrestabes Surabaya.

Diketahui tersangka yang telah melakukan pemalsuan dokumen tersebut berinisial DP (49) telah mengajukan permohonan peta bidang atas tanah yang telah diakui dibelinya dimana dalam proses permohonan pengukuran tertanggal 19 Desember 2019.

Namun, DP telah melampirkan dokumen yang diduga palsu sebagai kelengkapan administrasi permohonan pengukuran sebagaimana dalam warkah, DP pun juga menunjuk lokasi tanah di sebagian wilayah Kelurahan Manukan Kulon dan sebagian wilayah Kelurahan Manukan Wetan. Sehingga terbit Peta Bidang Tanah No. 51/2020, NIB 11037 Kel. Manukan Kulon, Luas hasil ukur 17.551 m², an. pemohon DP, padahal tanah yang diakui tersangka tidak tercatat di Buku C Kel. Manukan Kulon.

Objek surat yang diduga palsu adalah Surat Pernyataan Penguasaan Fisik dan Yuridis Bidang Tanah tertanggal 10 November 2019 yang dibuat oleh DP dan menerangkan bahwa DP memiliki dan menguasai fisik bidang tanah Letter C 6 No. 197 yang terletak di Jl. Margomulyo. Akan tetapi hal itu semua tidak sesuai dengan fakta yang ada.

Ada beberapa fakta yang menguatkan bahwa tersangka tidak memiliki hak penguasaan terhadap tanah tersebut, diantaranya: DP tidak memiliki dan tidak ada hak menguasai objek tanah yang dimohonkan peta bidang tersebut, karena tanah tersebut merupakan milik ahli waris IKHSAN dan masih dikuasai secara fisikoleh para ahli waris.

Selain itu, ada juga beberapa objek surat lainnya yang diduga dipalsukan terkait pernyataan pemasangan batas bidang tanah yang di tandatangani oleh tetangga yang berbatasan 2 (dua) orang saksi dan di tandatangani oleh yang bersangkutan dibuat pada November 2019 lalu.

Sedangkan kenyataannya Yang bertanda tangan pada pemilik tanah sebelah timur bukan H Ichsan, namun atas nama Sukir yang bukan merupakan pemilik tanahnya. Bentuk tanda tangan pemilik tanah sebelah timur sama dengan Sukir pada surat Perjanjian tanggal 15 Maret 2016.

Kemudian yang bertanda tangan pada pemilik tanah sebelah barat bukan H Safar, melainkan H Masud. Sedangkan bentuk tanda tangan tersebut sama dengan bentuk tandatangan H Masud pada surat Perjanjian tanggal 15 Maret 2016 dan Surat pernyataan tanggal 9 Mei 2016.

Dari keterangan Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Johnny Eddizon Isir, S.I.K., M.T.C.P., didampingi Kasatreskrim, Perwakilan Pengadilan Negeri Tanjung Perak dan Perwakilan Pemkot Surabaya, mengatakan dalam proses permohonan tersebut, tersangka DP juga dibantu oleh tersangka lain yaitu S dan SH, saat memimpin konferensi pers di Halaman Utama Polrestabes Surabaya, Kamis (10/06/2021).

“Dimana mereka memiliki peran yang berbeda, ada yang mengurus pendataan atau kelengkapan surat-surat yang dipalsukan, ada juga yang berperan untuk mengetahui sebeluk-beluk data kepemilikan tanah tersebut dan beberapa peran lainnya,” jelas Kombes Pol Johnny Eddizon Isir.

Potensi kerugian yang diderita oleh ahli waris yang tanahnya telah dimohonkan penerbitan peta bidang senilai kurang lebih Rp.170.000.000.000,00 (seratus tujuh puluh miliyard rupiah) sampai dengan Rp. 476.000.000.000,00 (empat ratus tujuh puluh enam miliyard rupiah).

Terakhir Kombes Pol Johnny Eddizon Isir mengatkan pihaknya bersama tim gugus tugas pemberantasan mafia tanah akan terus berkometmen dan berkolaborasi dalam memberantas kasus mafia tersebut.

Barang bukti yang berhasil diamankan oleh petugas berupa, Beberapa Copy Legalisir Warkah permohonan, Beberapa Copy Legalisir peta krawangan Persil, Surat Pernyataan Pengoperan Hak Tanah dan beberapa dokumen lainnya yang ditandatangani tidak sesuai dengan aslinya.

Akibat perbuatannya, tersanka dikenakan pasal Perkara Pemalsuan Surat Jo. Turut serta melakukan tindak pidana sebagaimana dimaksud dalam Pasal 263 KUHP Jo. Pasal 55,56 KUHP dengan ancaman hukuman 6 (enam) tahun penjara.

Sigap Tangkap Pelaku Pencurian Anggota Reskrim Polsek Sukolilo, Terima Reward dari Kapolrestabes Surabaya

Sigap Tangkap Pelaku Pencurian Anggota Reskrim Polsek Sukolilo, Terima Reward dari Kapolrestabes Surabaya

5 Juni 2021

Surabaya, Sabtu, 05 Juni 2021 Kapolrestabes Surabaya Kombespol Johhny Eddizon Isir, S.I.K., M.T.C.P. memberikan reward kepada tiga anggota reserse kriminal karena kesigapannya dalam melakukan pengejaran dan penangkapan pelaku pencurian Handphone.

Penghargaan itu diberikan setelah empat polisi berjibaku meringkus dua pelaku kejahatan jalanan hingga alami luka di wajahnya.

Empat polisi itu di antaranya Iptu Zainul Abidin sebagai kanit reskrim Polsek Sukolilo, Aipda Rizal Adhianto, Aipda Didiet ES dan Brigpol Devi Firmansyah.


Hal itu, berawal dari laporan seorang satpam yang mengetahui handphone miliknya yang hilang saat dichass di Pos Satpam Ruko Mega Galaxy, Anggota Reskrim Polsek Sukolilo langsung melakukan patroli tersamar dan menghasilkan duanm orang laki-laki yang dicurigai dengan ciri-ciri yang disebutkan oleh korban.

Saat hendak dilakukan penangkapan pelaku melakukan pemberontakan dan perlawanan serta berusaha melarikan diri. Kemudian anggota Reskrim Pun melakukan pengejaran dan penyergapan hingga terjadi kecelakaan yang mengakibatkan salah seorang anggota opsnal polsek sukolilo mengalami luka robek pada hidung.

Kedua pelaku akhirnya bisa diringkus dan dibawa ke mako polsek Sukolilo dengan Barang Bukti Handphone Oppo milik Korban. Karena aksi kesigapan anggota Opsnal Reskrim Polsek Sukolilo ini Kapolrestabes Surabaya memberikan reward sebagai bentuk apresiasi.

Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol JE Isir melalui Wakapolrestabes Surabaya, AKBP Hartoyo mengatakan, penghargaan itu diberikan sebagai komitmen institusi terhadap anggota yang berprestasi.

"Reward ini diberikan pimpinan kepada personil Polri yang berprestasi, berdedikasi tinggi dalam tugas melayani masyarakat," kata AKBP Hartoyo.
Hartoyo mengatakan agar apa yang dilakukan oleh empat personel Polri dari Polsek Sukolilo itu menjadi teladan bagi personel lainnya yang tengah menjalankan tugasnya sebagai pelayan masyarakat.

"Ini bisa menjadi contoh dan teladan bahwa Polri harus total melayani masyarakat. Tidak boleh ada ruang kejahatan sekecil apapun di kota Surabaya," tandasnya.

Polrestabes Surabaya Gelar Hasil Ungkap Ops Sikat  Semeru dan Pemusnahan Miras 2021

Polrestabes Surabaya Gelar Hasil Ungkap Ops Sikat Semeru dan Pemusnahan Miras 2021

13 April 2021

Surabaya - Selasa 13 April 2021 telah dilaksanakan Press Release hasil Operasi Sikat Semeru 2021 oleh Polrestabes Surabaya serta Polsek Jajaran dengan sasaran penanggulangan kejahatan curas, curat, curanmor, penyalahgunaan sajam, senpi, handak, peredaran miras dan narkoba serta pemberantasan premanisme yang meresahkan masyarakat guna menciptakan kondusif kamtibmas di wilayah hukum Polrestabes Surabaya menjelang ramadhan 2021. 

Press release dan pemusnahan BB Miras dipimpin oleh Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Johnny Eddizon Isir S.I.K., M.T.C.P didampingi oleh : Sekretaris Daerah Kota Surabaya Ir. Hendro Gunawan, Danrem 084/ Bhaskara Jaya Surabaya, Kajari Kota Surabaya, Ka PN Kota Surabaya dan Kejari Perak , Ketua MUI Kota Surabaya, Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya AKB Oki beserta Pejabat Utama Polrestabes Surabaya.


Dari hasil ungkap itu, polisi menyita sekitar 4696 botol miras yang dimusnahkan, Selasa (12/4/2021).


"Selain miras, ada pula premanisme yang kami lakukan pembinaan, sekitar 2255 kasus, dimana 2023 orang kami lakukan pembinaan," ujar Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol J.E. Isir, Selasa (13/4/2021).


Rangkaian operasi cipta kondisi itu dilakukan kepolisian menjadi tiga bagian, yakni Operasi Pekat, Operasi Keselamatan, dan operasi ketupat pada H-7 hingga H+7 Idul Fitri nanti.


"Upaya kepolisian ini bersama tiga pilar, pemkot dan TNI, tentu biar warga bisa tenang dan nyaman saat beribadah di bulan suci Ramadan," imbunnya.


Selain itu,Isir juga berpesan agar komunikasi bersama lintas institusi dengan melibatkan warga bisa terjalin baik guna mewujudkan keamanan,ketertiban dan kenyamanan masyarakat di Surabaya.


"Kami sadari tidak bida sendiri. Peran serta pemerintah kota, TNI dan masyarakat adalah kunci untuk dapat mewujudkan kamtibmas secara maksimal di kota Surabaya tercinta ini," tandasnya.

DPO

Total DPO: 169
sp2hp
Total SP2HP: 11458
promoter
_NOPROD