Berita Terbaru

Unit Reskrim Polsek Tegalsari Berhasil Amankan Pelaku Jambret

Unit Reskrim Polsek Tegalsari Berhasil Amankan Pelaku Jambret

24 September 2020

Surabaya – Sungguh malang nasib pemuda asal Surabaya ini, hanya gara-gara di-PHK dari tempat kerjanya, ia nekat melakukan pencurian dengan kekerasan. Akibat ulahnya tersebut, kini pemuda bernama Ari Bagaa Saputra (19) asal Jalan Demak Jaya Gg.9 Surabaya itu, mendekam di sel tahanan Mapolsek Tegalsari Surabaya.

Kanit Reskrim Polsek Tegalsari Surabaya Iptu I Made Sutayana menjelaskan, kejadian ini berawal korban Elvira Fadjirah bersama suaminya membeli makan di sebuah rumah makan di Jalan Kampung Malang Tengah.

“Selanjutnya, pelaku datang dan memarkir disebelah sepeda motor korban, melihat dompet milik korban yang saat itu berada di dashboard depan sepeda motor, pelaku langsung mengambil dan melarikan diri,” sebut I Made Sutayana.

Masih lanjut I Made Sutayana, melihat dompetnya dibawa kabur oleh orang tak dikenal, korban berteriak “jambret-jambret”. Anggota kami yang saat itu berada di sekitar TKP langsung mengejar pelaku dan dibantu dengan suami korban, akhirnya pelaku dapat kami tangkap,” pungkas I Made.

Dari hasil interogasi, pelaku mengaku baru sekali melakukan pencurian. “Saya baru sekali mas melakukan pencurian, karena saya butuh uang buat kebutuhan sehari-hari, karena setelah di-PHK saya nganggur,” kata pelaku Ari Bagas Saputra.

Dari tangan pelaku petugas berhasil mengamankan barang bukti berupa 1 unit sepeda motor Yamaha Mio warna putih, Nopol L-6732-ZY beserta anak kuncinya (milik pelaku) dan 1 dompet warna hitam berisi uang sebesar Rp23.000 ribu.

 

Akibat ulah dan perbuatannya, pekaku dijerat Pasal 365 KUHP tentang tindak pidana pencurian dengan kekerasan. 

Unit Jatanras Satreskrim Polrestabes Surabaya Amankan  Puluhan Penjudi

Unit Jatanras Satreskrim Polrestabes Surabaya Amankan Puluhan Penjudi

23 September 2020

SURABAYA - Unit Jatanras Satreskrim Polrestabes Surabaya bersama dengan Polsek jajaran selama kurun waktu 2 bulan terakhir. Berhasil mengungkapan perjudian dengan berbagai jenis, total ada 13 jenis perjudian dengan 20 tersangka yang jenis-jenis permainan berbeda mulai jenis togel online baik itu Singapura maupun Hongkong serta bakarat, roulette bola dan beberapa judi konvensional.Ujar Wakasatreskrim Polrestabes Surabaya Kompol Muh. Wahyudin Latif saat memimpin press rilis, Selasa ( 22/9/2020 ).

Latif menambahkan kegiatan ini berbagai macam dan rata-rata dari mereka ini adalah pelaku cash market jadi bukan bandar, sehingga dimungkinkan bagi mereka untuk berjudi terutama berjudi dari rumah atau tempat masing-masing.

Barang bukti yang sudah diamankan polisi ada berbagai macam alat yang dipergunakan antara lain ada rekening yang digunakan kemudian iPad dan berbagai jenis elektronik lainnya serta rekapan,"Ujar Kompol Latif.

Karena memang mereka juga menghimpun dana dari beberapa penombok yang lain. Omset jisaran 80 -90 juta perbulan untuk pasal yang dipersangkakan pasal 303 ayat 1 atau pasal undang-undang Nomor 7 Tahun 2004 tentang penertiban perjudian dengan ancaman pidana 4 tahun penjara.( Lm )

Unit Jatanras Polrestabes Surabaya Amankan DPO Pelaku Jambret

Unit Jatanras Polrestabes Surabaya Amankan DPO Pelaku Jambret

19 September 2020

Surabaya - Polrestabes Surabaya telah berhasil bekuk Pelaku spesialis Jambret yang selama ini meresahkan masyarakat.

“Diketahui pelaku bernama NH (25) beralamat di Jalan Lasem Baru Surabaya. Aksi terakhirnya pada Selasa 15 agustus 2020 sekitar pukul 17.30 WIB, di Jalan Raya Babad-Tuban.”

Setelah pelaku bebas pada tahun 2018, pelaku sudah tercatat melakukan beberapa kali aksinya di Jalanan Kota Pahlawan ini. Meski sudah pernah dua kali mendekam di penjara, tidak membuat pelaku spesialis jambret ini jera.

Kepolisian mencatat bahwa pelaku ini pernah beraksi di Jalan Raya Banyu Urip Surabaya, Pasar Asem Simo, Jalan Diponegoro depan Giant dan juga Jalan Diponegoro tepatnya Pasar Burung Kupang Surabaya.

Kanit Jatanras Polrestabes Surabaya IPTU Agung Kurnia Putra, menuturkan, “Dalam setiap aksinya, pelaku dengan menggunakan sarana sepeda motor Beat biru mencari sasaran di wilayah Surabaya dengan cara Hunting atau berputar-putar.”

Lanjut Agung, Begitu ada waktu yang tepat dan mendapatkan sasaran, selanjutnya pelaku dengan paksa menarik tas yang dibawa oleh korban.

Menurut Agung, “Sangat disayangkan saat dikeler mencari barang bukti dan lokasi lain, pelaku malah mencoba melarikan diri dan tidak kooperatif. Karena tidak menghiraukan tembakan peringatan dari petugas hingga terpaksa pelaku ditindak tegas, tepat dan terukur.” Sabtu (19/09/20)

Agung menambahkan, Dengan sigap anggota kami menindak tegas dengan tembakan terarah dilakukan mengenai dua kaki pelaku yang saat itu mencoba melarikan diri tidak kooperatif menunjukkan lokasi Iain tempat pelaku beraksi.

“Setelah menjalani penyidikan diketahui pelaku ini juga merupakan residivis dengan pasal 365 KUHP. Pada tahun 2015 pelaku masuk di Polsek Sawahan dengan perkara pencurian, jelasnya.”

Kanit Jatanras Polrestabes Surabaya Iptu Agung Kurnia Putra menjelaskan, Bukan hanya itu, pada tahun 2018, pelaku juga pernah masuk di Polsek Genteng perkara yang sama.

Pihak Polisi telah mengamankan barang bukti berupa 1 buah Hp dan kini pelaku sudah kembali mendekam dalam penjara.

“Karena perbuatannya pelaku dikenakan pasal dengan Pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan (Curat), dengan ancaman hukuman penjara maksimal 6 tahun.

Unit Jatanras Polrestabes Surabaya Amankan DPO Pelaku Jambret

Unit Jatanras Polrestabes Surabaya Amankan DPO Pelaku Jambret

19 September 2020

Surabaya - Polrestabes Surabaya telah berhasil bekuk Pelaku spesialis Jambret yang selama ini meresahkan masyarakat.

“Diketahui pelaku bernama NH (25) beralamat di Jalan Lasem Baru Surabaya. Aksi terakhirnya pada Selasa 15 agustus 2020 sekitar pukul 17.30 WIB, di Jalan Raya Babad-Tuban.”

Setelah pelaku bebas pada tahun 2018, pelaku sudah tercatat melakukan beberapa kali aksinya di Jalanan Kota Pahlawan ini. Meski sudah pernah dua kali mendekam di penjara, tidak membuat pelaku spesialis jambret ini jera.

Kepolisian mencatat bahwa pelaku ini pernah beraksi di Jalan Raya Banyu Urip Surabaya, Pasar Asem Simo, Jalan Diponegoro depan Giant dan juga Jalan Diponegoro tepatnya Pasar Burung Kupang Surabaya.

Kanit Jatanras Polrestabes Surabaya IPTU Agung Kurnia Putra, menuturkan, “Dalam setiap aksinya, pelaku dengan menggunakan sarana sepeda motor Beat biru mencari sasaran di wilayah Surabaya dengan cara Hunting atau berputar-putar.”

Lanjut Agung, Begitu ada waktu yang tepat dan mendapatkan sasaran, selanjutnya pelaku dengan paksa menarik tas yang dibawa oleh korban.

Menurut Agung, “Sangat disayangkan saat dikeler mencari barang bukti dan lokasi lain, pelaku malah mencoba melarikan diri dan tidak kooperatif. Karena tidak menghiraukan tembakan peringatan dari petugas hingga terpaksa pelaku ditindak tegas, tepat dan terukur.” Sabtu (19/09/20)

Agung menambahkan, Dengan sigap anggota kami menindak tegas dengan tembakan terarah dilakukan mengenai dua kaki pelaku yang saat itu mencoba melarikan diri tidak kooperatif menunjukkan lokasi Iain tempat pelaku beraksi.

“Setelah menjalani penyidikan diketahui pelaku ini juga merupakan residivis dengan pasal 365 KUHP. Pada tahun 2015 pelaku masuk di Polsek Sawahan dengan perkara pencurian, jelasnya.”

Kanit Jatanras Polrestabes Surabaya Iptu Agung Kurnia Putra menjelaskan, Bukan hanya itu, pada tahun 2018, pelaku juga pernah masuk di Polsek Genteng perkara yang sama.

Pihak Polisi telah mengamankan barang bukti berupa 1 buah Hp dan kini pelaku sudah kembali mendekam dalam penjara.

“Karena perbuatannya pelaku dikenakan pasal dengan Pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan (Curat), dengan ancaman hukuman penjara maksimal 6 tahun.

Sempat Tertangkap Masa Jambret di Amankan Polsek Gayungan

Sempat Tertangkap Masa Jambret di Amankan Polsek Gayungan

8 September 2020

Surabaya - Tim Anti Bandit (TAB) Polsek Gayungan berhasil meringkus pemuda yang melakukan tindak pidana jambret di wilayah hukumnya.
Pemuda tersebut berinisial MS (20) tahun, asal warga Sidoarjo, Jawa Timur, dan pelaku adalah merupakan spesialis jambret Hp.

Saat Awak media menghubungi Kanit Reskrim Polsek Gayungan, Ipda Hedjen Oktianto, membenarkan telah menangkap seorang pemuda yang melakukan tindak pidana jambret.
Awal kejadian, Saat itu korban berjalan,   sambil bermain Handphone, tiba – tiba ada orang tidak dikenal (Pelaku) muncul dari belakang dengan mengendarai sepeda motor merk Honda beat.

Sekitika itu, pelaku langsung merampas Handphone milik korban.” kata Ipda Hedjen Oktianto, Senin (07/09/2020).Menurut Ipda Hedjen, Pelaku saat melakukan aksinya sendirian, terbilang sangat nekat dan berani merampas handphone milik korbannya di jalan umum.

“Setelah berhasil merampas hanphone milik korbannya, pelaku berusaha kabur. Tapi dengan gerak cepat korban langsung mengejar pelakunya dan berhasil menarik jaketnya, hingga pelaku jatuh dari sepeda motornya.” imbuh Perwira dengan satu balok di pundaknya.
Walaupun pelaku jatuh, tetapi pelaku tetap berusaha kabur, dan korban berteriak “MALING – MALING” dengan sekeras – kerasnya.

“Sehingga teriakan korban terdengar warga yang ada dilokasi, dan warga ikut membantunya, Tak butuh waktu lama, pelaku berhasil di tangkap oleh warga dan korban.” tutur Ipda Hedjen.
Melihat aksi pelaku, warga geram dan menghakimi pelaku hingga babak belur.
Lalu, Warga membawa pelaku ke Mapolsek Gayungan, Polrestabes Surabaya beserta barang buktinya.” jelas Ipda Hedjen.

Pelaku Curanmor di Banyu Urip Berhasil di Ringkus

Pelaku Curanmor di Banyu Urip Berhasil di Ringkus

26 Agustus 2020

Surabaya – Akhirnya pelaku pencurian sepeda motor di Banyu Urip Kidul, Surabaya pada Minggu (12/8/2020), ditangkap polisi. Pelaku pencurian yang awalnya diduga dilakukan oleh lima orang bocil ini ternyata hanya tiga yang ditetapkan sebagai tersangka oleh polisi.

Namun setelah ditelusuri, ternyata satu keluarga dari salah satu pelaku yang diamankan bernama Zidan (19) membuat cacatan baru di kepolisian. Bagaimana tidak, satu keluarga ini berurusan dengan hukum. Mulai dari ayah, ibu, kakak dan Zidan sendiri sebagai anak bungsu.

Kanit Polsek Sawahan Iptu Ristitanto menjelaskan, pelaku bernama Zidan Hadi Putra (19) ini ayahnya ditembak mati BNN karena melawan saat ditangkap dengan dugaan membawa narkoba. Sang ibu juga diamankan Satres Narkoba Polrestabes karena menyimpan beberapa kilogram sabu.

“Dari pengakuan tersangka keluarganya hancur. Ia furstasi karena sang ayah ditembak BNN atas kasus narkoba. Begitu juga ibu dan kakaknya juga terlibat kasus narkoba dan belum keluar pernjara,” jelasnya kepada beritajatim.com, Senin (24/8/2020).

Lebih lanjut Iptu Risti menjelaskan, Zidan tinggal bersama sang nenek. Dia pun menjelaskan hidup berkekurangan dan tanpa ada pendampingan orangtua membuatnya liar. Ia pun juga tak mendapatkan contoh bijak dari sang kakak.

Zidan sebenarnya sudah mencoba hidup normal, tapi tak mampu. Badannya penuh tato. Ketika berkumpul dengan teman seusianya, Zidan sering mengkonsumsi munuman keras (miras). Dan terakhir terjerumus dalam tindakan kriminal. Zidan menjadi pelaku curanmor (pelaku pencurian kendaraan bermotor).

Ya mungkin karena pelaku hidup di lingkungan yang tak terdidik. Sehingga psikologis pelaku akhirnya ikut rekannya bertindak kriminal. Padahal sang nenek juga sudah membina cucu satu-satunya yang hidup bersamanya. Akhirnya komplit sudah satu keluarga masuk penjara,” pungkasnya. 

Unit Resmob Bekuk Pelaku Spesialis Curi HP

29 Juli 2020

Surabaya - Samsuri, warga asal Sidotopo Sekolahan Gang 12 Surabaya dibekuk Tim Unit Resmob Satreskrim Polrestabes Surabaya setelah mencuri dua unit handphone (HP).

Pria berusia 27 tahun itu ditangkap setelah dilaporkan Budi Laksono, pemilik rumah di Jalan Simokerto, Surabaya yang baru saja ia satroni.
"Pelaku pura-pura mencari korban. Karena mengetahui korban tidak di rumah, pelaku dengan leluasa melancarkan aksinya mencuri dua buah HP," kata Kanit Resmob Polrestabes Surabaya, Iptu Arief Rizky Wicaksono, Kamis (23/7/2020).

Meski sudah berhasil menjual dua HP yang dicurinya itu, Samsuri tidak bisa lepas dari jeratan hukum. Sebab dalam identifikasi, Tim Resmob mendapati video rekaman CCTV yang merekam aksi pencurian yang dilakukannya.

"Setelah berhasil mengidentifikasi pelaku, kami tangkap pelaku di rumahnya," jelas Alumni AKPOL Tahun 2013 ini.

Dari catatan kepolisian, Samsuri ternyata seorang residivis dalam kasus yang sama. Dia tercatat beberapa kali masuk penjara. Dia pernah ditangkap polisi di Surabaya, mulai dari Polsek Rungkut, Kenjeran hingga Polsek Semampir.
"Dari interogasi dia mencuri lagi karena tidak bekerja dan hasilnya untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari," tandas Arief.

Kakak Cabuli Adik Kandung Sejak 2018, Pelaku Ngaku Tak Ingat Jumlahnya setelah Nonton Film Porno

Kakak Cabuli Adik Kandung Sejak 2018, Pelaku Ngaku Tak Ingat Jumlahnya setelah Nonton Film Porno

27 Juli 2020

Surabaya - ABG yang satu ini, ND (15), sungguh bermoral bejat. Ia terbukti menyetubuhi adik kandungnya sendiri sampai melahirkan.

Korban pertama kali dicabuli oleh kakak kandungnya sejak tahun 2018 lalu. Ketika itu, ND pulang dalam keadaan pengaruh minuman beralkohol.

Gadis malang tersebut dicabuli berkali-kali sampai Juli 2020. ND memanfaatkan kesempatan saat tidur bersama di rumahnya.

“Anak ini ketika pulang dalam keadaan mabuk, hasratnya naik dan ingin bersetubuh dengan perempuan akibat sering menonton video porno,” kata Kanit PPA Satreskrim Polrestabes Surabaya, IPTU Fauzy Pratama, S.I.K., M.Sc., pada Rabu (22/7/2020).

Saat digelandang di Mapolrestabes Surabaya, Selasa(21/7/2020), ND hanya tertunduk lesu.

ND hanya diam seribu bahasa ketika ditanya oleh Kanit PPA Satreskrim Polrestabes Surabaya mengapa tega mencabuli adik kandung sendiri.

“Kenapa kamu tega sama adik sendiri?” ujar Fauzy.

Setelah ditanya berkali-kali, ND akhirnya membuat pengakuan. Dia mengatakan, nekat mencabuli adik kandungnya lantaran sering menonton video porno.

Diakui ND, dia menonton video porno sampai berkali-kali. Akibatnya, ia jadi bernafsu saat melihat adik kandungnya.

Menurut Fauzy, berdasarkan berita acara pemeriksaan (BAP) anak ini sudah menyetubuhi korban berkali - kali.

“Saya nafsu, karena nonton (video) porno, jadi saya disalurkan ke dia (korban),” ujar ND.

Akibat perbuatannya, ND terncam maksimal 15 tahun penjara. Kini, polisi telah mengantongi barang bukti berupa pakaian yang dikenakan korban saat itu.

“Kami juga masih memeriksa anak ini secara intensif, dan meminta keterangan dari sejumlah saksi,” ujar Fauzy.

Kini, akibat perbuatannya ND dijerat Pasal 81 UU RI No. 17 Th 2016 Jo Pasal 76D UURI No. 35 Th 2014 Tentang Perubahan kedua UURI No. 23 Th 2002 Tentang Perlindungan Anak Menjadi Undang Undang.

Anak ini juga diancam hukuman minimal lima tahun penjara dan maksimal 15 tahun penjara.(Lm91)

Dua Belas Hari Satreskrim Polrestabes Surabaya Selesaiakan 494 kasus Serta Amankan 381 Tersangka

Dua Belas Hari Satreskrim Polrestabes Surabaya Selesaiakan 494 kasus Serta Amankan 381 Tersangka

21 Juli 2020

Surabaya - Polrestabes Surabaya kembali mengungkap kasus aksi kejahatan dari hasil Operasi Sikat Semeru 2020 yang dilaksanakan sejak tanggal 06 s/d 17 Juli 2020 yang digelar bersama Polsek Jajaran, pada konfrensi pers di depan Gedung Graha Baradaksa Mapolrestabes Surabaya, Selasa (21/7/2020).

Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Johnny Eddizon Isir S.I.K., M.T.C.P. di dampingi Kasatreskrim Serta Polsek Jajaran. Ia menyatakan ada 409 kasus dari 152 tersangka yang berhasil di amankan oleh Polrestabes Surabaya dan Polsek Jajaran.

“Terimakasih atas kerjasamanya, ada 494 kasus yang berhasil diamankan oleh Polrestabes Surabaya dan Polsek-Polsek Jajaran. Kasus-kasus yang diamankan sebagian besar adalah kejahatan jalanan yang meresahkan masyarakat, sehingga melaksanakan dengan rutin tindakan hingga Operasi Sikat Semeru 2020,” tutur Kombes Pol Johnny Eddizon Isir S.I.K., M.T.C.P.

Kapolrestabes Surabaya juga menyampaikan alhamdulillah kegiatan tersebut bisa diantisipasi oleh Polrestabes Surabaya dan Polsek-Polsek Jajaran dengan menggelar Operasi Sikat Semeru 2020,” imbuhnya.

Barang bukti yang berhasil diamankan Satreskrim Polrestabes Surabaya dan Polsek Jajaran selama Operasi Sikat Semeru 2020, ada Sebelas macam barang bukti. Diantaranya, dari curanmor R4 4 unit, R2 101 unit.

Tidak hanya ranmor, ada 126 barang elektronik sebanyak 11 perhiasan berharga, 2 Buah Senpi, 101 Amunisi, 3 Bondet, 33 Bilah , 1 Softgun, 27 surat surat penting, 16 Kunci T , 13 kunci Palsu, 4 Kunci Pas,7 buah anak kunci, 2 buah kunci magnet, Kuci L 4 Buah , uang tunai sebesar Rp. 23.125.000,- (dua puluh tiga juta seratus dua puluh lima ribu).

Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Johnny Eddizon Isir S.I.K., M.T.C.P. juga mengatakan surabaya sangat kondusif. Kami siap 24 jam dalam sehari dan 7 hari seminggu,” pungkasnya.( LM )

DPO

Total DPO: 169
sp2hp
Total SP2HP: 11141
promoter
_NOPROD