Berita Terbaru

Satreskrim Polrestabes Surabaya, Ungkap Kasus Pengeroyokan di Jalan Tembakan

2 Desember 2020

Surabaya - Kematian MR (16) warga Gembong V Surabaya akibat tawuran dua kelompok di Jalan Tembaan masih membekas dibenak Marsuli, ayahnya.

Anak bungsunya itu tewas mengenaskan usai menerima 17 luka bacok dan tusuk serta puluhan luka lebam di sekujur tubuhnya.

Meski sudah meringkus lima pelakunya, polisi berjanji akan menuntaskan kasus tersebut dengan memburu para pelaku lain yang kemungkinan terlibat.

Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya, Kompol Oki Ahadian mengatakan, sudah mengantongi titik kumpul kedua kelompok tersebut.

Mereka kebanyakan melakukan aksi saat patroli kepolisian tengah istirahat.

"Kami sudah lakukan antisipasi bersama fungsi lainnya. Ada beberapa titik yang ditengarai sebagai titik kumpul kelompok anak-anak ini. Kami sudah lakukan pengintaian namun jam terjadinya aksi tawuran itu sekitar jam 5 pagi. Mereka menunggu, kucing kucingan," ujar Oki, Rabu (2/12/2020).

Oki menyebut diantara tempat kumpul kelompok ini ada di Jalan Kalianak, Kalijudan, Bogen, Simo, Magersari, Kembang Jepun.

Polisi tak bisa sendiri untuk mengarahkan anak-anak tersebut agar melakukan kegiatan yang positif. Perlu peran serta orang tua dan masyarakat yang membantu kerja kepolisian untuk mengawasi sekelompok anak yang ditengarai melakukan tindakan-tindakan yang negatif.

"Itu sudah kami antisipasi. Maka dari itu kami imbau juga kepada orang tua agar aktif mengawasi anak-anaknya. Kalau sampai pulangnya larut malam itu diberikan pengertian atau ditegur," tambahnya.

"Selain itu, masyarakat jika menemui kejanggalan terhadap kelompok anak yang bergerombol bisa hubungi comand centre melaporkan ke kami,"tandasnya.

Warga Keputih Surabaya di Ringkus Unit Reskrim Polsek Sukolilo

Warga Keputih Surabaya di Ringkus Unit Reskrim Polsek Sukolilo

27 November 2020

Surabaya – Tim Unit Reskrim Polsek Sukolilo berhasil ungkap kasus pencurian kendaraan motor (curanmor) yang dilaporkan oleh penjaga parkir Ruko Mega Galaxy, Surabaya, hari Senin (23/11/2020). Tersangka merupakan seorang pria berinisial WK (19), warga Keputih Surabaya.


Menurut keterangan saksi, pelaku memasuki area parkir dengan membawa 5 buah kunci palsu, kemudian mencari target motor yang akan dicuri. Setelah menemukan targetnya, pelaku mendorong kendaraan tersebut keluar area parkir. Juru parkir yang menyadari motor yang dibawa bukan milik pelaku, langsung menghubungi Polsek terdekat.


Dari hasil interogasi oleh Tim Unit Reskrim Polsek Sukolilo, selain mencuri kendaraan motor, ia juga mencuri sepeda angin di SMPN 30, Stikosa-AWS, dan UWK yang dijual seharga Rp 500.000. Hasilnya dibagi rata dengan ke empat rekannya, yang berinisial DM, JK, RD, dan KP yang kini menjadi daftar DPO Polsek Sukolilo.


Kini pelaku telah diamankan di Polsek Sukolilo dengan barang bukti 1 unit sepeda motor revo warna hitam bernomor polisi N 6073 AAV dan STNK bernomor polisi N 6977 atasa nama Purwanti, beralamat di Klojen Malang.

Wanita Asal Sidoarjo Diringkus Polsek Tegalsari

Wanita Asal Sidoarjo Diringkus Polsek Tegalsari

27 November 2020

Surabaya - DSi (50) warga Jlan Cendrawasih, Kelurahan Larangan Kecamatan Candi Sidoarjo, kini menjadi tahanan Unit Reskrim Polsek Tegalsari Surabaya.

Wanita paruh baya tersebut dibekuk lantaran mencuri 2 buah hand phone (HP) merk Samsung Galaxy J7 plus dan Oppo A5S, milik Irmawati (38), warga jalan Dinoyo Surabaya.

Saat dikonfirmasi, Kanit Reskrim Polsek Tegalsari, Iptu I Made Gede Sutayana mengatakan, modus yang digunakan oleh tersangka adalah dengan berpura-pura mencari anak yatim untuk mendapatkan sumbangan jumat berkah dari sebuah yayasan.

"Awalnya ia mendatangi warung milik saksi Murtiah di daerah Dinoyo dan menanyakan apakah di di sekitar situ ada anak Yatim, karena akan diberikan santunan dalam rangka Jumat berkah," ungkap Made.

Selanjutnya kata Made, pelaku mendatangi rumah korban Irmawati di Jalan Dinoyo 10 nomor 6, yang sebelumnya sudah ditunjukkan oleh saksi.

"Di sana ia mengaku dari perkumpulan ECAS, hendak menyantuni anak yatim dan meminta data berupa akte kematian suami korban Irmawati," terang.

Untuk melancarkan aksinya, tersangka menyuruh anak-anak korban shalat di mushalla, dan meminta korban membelikannya kopi di warung.

"Saat rumah dalam keadaan kosong, pelaku beraksi mengambil HP yang sedang dicas di ruang tamu, dan langsung kabur",papar Made.

Setelah menyadari pelaku sudah tidak ada di rumahnya dan membawa kabur HPnya, korban Irmawati langsung melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Tegalsari.

"Usai mendapat laporan, anggota kami bergerak dan meringkus tersangka di rumahnya pada hari Senin (23/11/20)," pungkas Made.

Sementara itu kepada penyidik, tersangka Dewi mengaku baru sekali melakukan aksinya.

Atas aksinya DS dijerat pasal 362 KUHP dengan ancaman hukuman paling lama 5 tahun penjara.

Unit Reskrim Polsek Lakarsantri Amankan Pelaku Pencuri Sepeda Anggin

Unit Reskrim Polsek Lakarsantri Amankan Pelaku Pencuri Sepeda Anggin

24 November 2020

SURABAYA - Satu dari lima pelaku pencurian sepeda angin berhasil diringkus anggota Reskrim Polsek Lakarasantri Surabaya.

Pelaku yang berhasil ditangkap Rendy Hermamda (18) warga Simo Katrungan Surabaya, sedangkan empat temannya masih dalam daftar pencarian orang ( DPO).

"Kapolsek Lakarsantri AKP Hendrix Kusuma Wardhana mengatakan, awalnya tersangka bersama 5 orang temannya merencanakan pencurian sepeda angin, dan dibagi tugas.

untuk tersangka R.H dan tersangka Adit {DPO} berperan menunggu diwarung untuk menjaga dan menerima sepeda angin hasii cunan.

Sedangkan, ke empat orang temannya berperan untuk mengambil atau mencuri sepeda angin di TKP, " sebut Hendrix.

"Modus komplotan ini dengan cara datang ke TKP dengan mengendarai sepeda motor, kemudian salah satu tersangka masuk teras rumah melalui pagar yang tidak terkunci dan mengambil sepeda angin merk polygon," pungkas Hendrix.

Akibat perbuatannya, pelaku dijerat dengan Paaal 363 KUHP tentang pencurian, dengan ancaman pidana penjara selama 5 tahun.

Dua Residivis asal Sampang Diringkus Polsek Sukolilo

Dua Residivis asal Sampang Diringkus Polsek Sukolilo

24 November 2020

SURABAYA - Meski pernah dipenjara tak membuat kapok dua pria asal Sampang ini. Baru 10 hari bebas dari penjara, keduamya kembali beraksi melakukan pencurian.

Kedua pelaku bernama, Abdul Ghofar (35) asal Desa Sawah Tengah Kec. Robatal Kab. Sampang, baru bebas pada10 November 2020. Berperan sebagai Joki.

Supandi (38) asal Desa Sawah Tengah Kecamatan Robatal Sampang. Berperan sebagai pemetik atau eksekutor.

Aksi terakhir sebelum dibekuk yakni melakukan pencurian di Raya Tenggilis Mejoyo Blok A1 Surabaya pada, November 2020 pukul 16.00 WIB.

Ketika hendak mencuri motor, para pelaku berangkat dari Sampang mencari sasaran. Ketika di lokasi pelaku menggunakan kunci magnet dan kunci T, begitu berhasil motor dibawa oleh Febri (kurir/DPO) dan dijual ke Madura.

Kapolsek Sukolilo AKP Subiyantana didampingi Kanit Iptu Zainul Abidin mengatakan, keduanya merupakan pelaku curanmor yang baru saja keluar dari penjara.

Aksi keduanya sangat meresahkan warga kota Surabaya. Mereka kerap beraksi di wilayah Mulyorejo, Lakarsantri, Gubeng, Sukolilo, Tenggilis Surabaya.

"Dua pelaku ini berangkat dari Sampang. Setelah berhasil mencuri 1 motor, kemudian mencari sasaran lagi diwilayah lain salah satunya di Nginden Intan," ujar Subiyantana, Senin (23/11/2020).

Terhadap keduanya, Petugas terpaksa bertindak tegas dengan menembak bagian kaki karena keduanya melawan saat hendak diamankan dengan mencoba kabur.

Sebelum ditangkap, saat salah satu pelaku diketahui sedang menunggu di Indomart kemudian disergap oleh tim opsnal dan saat digeledah ditemukan kunci T dan kunci magnet di sakunya.

Setelah di cross chek dengan beberapa saksi dilokasi, diketahui bahwa dua pelaku pada saat kejadian terlihat sempat mondar-mandir sebelum kejadian.

"Pengakuannya motor dijual ke Madura dengan kisaran harga 2 jutaan setiap unitnya," sebut Subiyantana.

Selain pelaku, anggota Reskrim Polsek Sukolilo juga berhasil mangamankan barang bukti, 1 (satu) motor Beat warna hitam Nopol W 6538 OJ, 8 buah mata kunci T, 1 kunci magnet, 2 (dua) HP, tas punggung, kunci palsu, kunci L, kacamata dan STNK Nopol S 4998 AAI.

Akibat perbuatannya, keduanya dijerat Pasal 363 KUHP pencurian dengan pemberatan.

Kakek Cabul di Ringkus Unit PPA Satreskrim Polrestabes Surabaya

Kakek Cabul di Ringkus Unit PPA Satreskrim Polrestabes Surabaya

12 November 2020

SURABAYA - Tua tua keladi semakin tua semakin jadi, pepatah itulah yang pantas buat sebutan seorang kakek di Surabaya ini. Sudah tua bukannya bertobat, dia malah berbuat tidak senonoh terhadap empat orang perempuan dibawah umur.

Akibat perbuatannya, kakek yang kesehariannya bekerja sebagai tukang rombeng tersebut, terpaksa harus menghabiskan masa tuanya di balik jeruji besi karena melakukan perbuatan cabul.

Kakek tersebut bernama, Samsudin (63) warga Jalan Pasar Baru Gang Buntu, Surabaya. Pria 63 Tahun yang merupakan Tukang Rombeng Keliling itu dilaporkan oleh orang tua beberapa korban yang tak terima terhadap ulahnya.

Korban dari kakek itu sedikitnya ada 4 anak perempuan dibawah umur. Mereka diantaranya, DA pelajar berusia 10 tahun, EA pelajar berusia 9 Tahun, APW pelajar berusia 9 Tahun dan SPW pelajar berusia 8 Tahun.

Pelaku yang merupakan tukang rombeng keliling ini biasa lewat di sekitar daerah rumah keempat korbannya didaerah Pacar Keling Surabaya.

Aksi cabul kakek ini dilakukannya sekitar pertengahan bulan September 2020, saat itulah awal mula pelaku melakukan aksi bejatnya.

Sang kakek, saat itu melihat korban EA berasa di gang 11 dan kebetulan sendirian, tiba-tiba pelaku datang dan memegangg pantat kanan korban.

Kemudian di hari berikutnya, pelaku kembali melakukan aksinya dengan memegang pantat korban APW, juga saat korban berada di Gang 11 ketika kondisi jalan sedang sepi.

Pada bulan yang sama, pelaku kembali melakukan aksinya dengan memegang payudara korban SPW, saat itu korban berada di Gang 12.

Kanit PPA Satreskrim Polrestabes Surabaya Iptu Fauzy Pratama mengatakan, aksi nakal pelaku ini tidak terhenti disitu. Pada, Minggu, 11 Oktober 2020 sekitar pukul 11.30 WIB, pelaku lewat di gang 12.

Saat itu berpapasan dengan korban NDA. Pelaku langsung memegang payudara/dada korban sebelah kanan hingga korban berteriak. "Kejadian tersebut turut pula disaksikan oleh ibu korban yang kebetulan berada di depan rumah," sebut Iptu Fauzy, Kamis (12/11/2020).

Ibu korban yang melihat langsung saat pelaku memegang dada anaknya, seketika itu pula ibu korban berteriak memarahi pelaku.

Namun pelaju kemudian melarikan diri dengan sepeda anginnya. Atas kejadian tersebut, kemudian para orang tua korban melaporkannya ke pihak Kepolisian.

"Kita akhirnya mengamankan pelakunya, Minggu 11 Oktober 2020 sekitar pukul 11.30 WIB, atas dasar laporan para orang tua korbannya dan kini sudah ditahan dalam penjara," tambah Fauzy Pratama.

Pelakunya akan dijerat dengan Pasal 82 UU RI No. 17 tahun 2016 Jo. Pasal 76E UU RI No. 35 tahun 2014 tentang penetapan Perpu No. 1 Th 2016 tentang perubahan kedua atas UU RI No. 23 tahun 2002 ttentang Perlindungan anak menjadi Undang-Undang.

Mencoba Kabur dari Polisi, Spesialis Jambret di Surabaya Dihadiahi Timah Panas

Mencoba Kabur dari Polisi, Spesialis Jambret di Surabaya Dihadiahi Timah Panas

31 Oktober 2020

SURABAYA - Satu bandit jalanan tersungkur usai ditembak kakinya oleh unit Jatanras Satreskrim Polrestabes Surabaya.

Bandit bernama VO (20) warga Tambak Asri Tanjung III Surabaya itu menyerah setelah kedua kakinya dihadiahi timah panas polisi.
Saat ditangkap, Veriel yang merupakan komplotan tiga orang lainnya yang masih DPO itu mencoba kabur dengan meninggalkan motornya di lampu merah Jalan Veteran Gresik dan tak mengindahkan peringatan polisi.

"Tersangka ini justru mencoba kabur setelah tahu didekati anggota opsnal kami. Saat diingatkan, tersangka tidak menggubris dan malah meneriaki anggota dengan kalimat tidak pantas sambil berlari," kata Kanit Jatanras Satreskrim Polrestabes Surabaya, Iptu Agung Kurnia Putra, Sabtu (31/10/2020).

Agung melanjutkan, Veriel ini merupakan DPO polisi atas sejumlah kasus penjambretan di Surabaya.Setidaknya sudah ada sepuluh lokasi yang berhasil disasar tersangka bersama komplotannya. Dalam beraksi, ia tak segan melukai korban.

"Menarik paksa tas korban. Sasarannya perempuan pakai tas selempang berkendara di jalan sepi," tambahnya.

Setidaknya sepuluh lokasi yang menjadi tempat sasaran pelaku antara lain Jalan Demak, Jalan Kalianak Barat, Jalan Tambak Asri, Jalan Bangun Rejo dan Jalan Purwodadi Utara.
"Aksinya kebanyakan di jalan Surabaya Utara. Namun kadang juga beraksi di wikayah Surabaya pusat dan selatan," tandasnya.

Polsek Wonocolo, Berhasil Bekuk Pelaku Panjat Atap Rumah

26 Oktober 2020

SURABAYA - Sebelumnya publik sempat dibuat heboh dengan kabar maling yang berhasil kabur meski telah dikepung oleh warga. Kejadian tersebut terjadi di perumahan Bendul Merisi Indah, Surabaya, Jawa Timur. Maling itu diduga gunakan ilmu hitam ‘Wetul putih’, sehingga bisa menghilang tiba-tiba. Kendati demikian, polisi setempat akhinya bisa menangkap dan mengamankan maling tersebut.
Berdasarkan keterangan kapolsek Wonocolo Kompol Masdarwati, maling yang sempat meresahkan warga tersebut telah berhaasil di tangkap.

Tersangka bernama Suprayitno. Pelaku saat ditangkap tak mengenakan celana dalam, hanya celana luar saja,” jelas Masdarwati di Polsek Wonocolo seperti dilansir dari Portal Surabaya pada Jumat (23/10/2020).

Saat diinterogasi petugas, Suprayitno mengaku jika dirinya tak mengenakan celana dalam lantaran sebagai syarat untuk melakukan aksinya agar tak diketahui warga. Meski sempat menghilang, namun warga dan polisi berhasil menangkap pelaku.
Sebelumnya, pelaku dikepung warga dan sekuriti sekitar pukul 16.00 WIB saat hendak mencuri di salah satu rumah, Jumat (16/10/2020).

Pelaku sempat kabur dengan naik ke atap rumah warga. Berdasarkan keterangan salah seorang sekuriti Perumahan Bendul Merisi Permai Blok K, Misran, 67, awalnya pelaku dipergoki sedang berada di rumah Blok K 14-15.
Saat dikejar sekuriti pelaku lompat naik ke atap rumah tersebut. Maling itu diduga gunakan ilmu hitam sehingga sulit ditangkap.
“Saya kejar bersama teman, pelaku naik ke atap rumah lompat ke timur hilang,” ungkapnya, Tribunnews pada Minggu (18/10).
Pihak kepolisian lantas bergegas ke tempat kejadian. Menurut keterangan Kanit Reskrim Polsek Wonocolo Ipda Pranoto, pelaku sempat dikepung warga semalaman, namun tak kunjung ditemukan.

Kepepet Kebutuhan Hidup, Kariawan Curi Perhiasan Majikan

Kepepet Kebutuhan Hidup, Kariawan Curi Perhiasan Majikan

26 Oktober 2020

SURABAYA - Tim Anti Bandit (TAB) Polsek Genteng, Polrestabes Surabaya berhasil meringkus 2 (dua) pemuda yang melakukan tindak pidana pencurian di sebuah rumah Jalan Grogol Kecamatan Genteng Surabaya.
Dua Pelaku tersebut diketahui bernama,  pertama bernama Erwin (39) tahun, beralamat Jalan Grogol Surabaya, yang kedua bernama Rio (38) tahun, beralamat Jalan Pandean Surabaya.
Awal kejadian Berawal, Saat korban lagi tidak ada di dalam rumah, kedua tersangka melakukan aksinya di Malam Hari.

Dengan memakai Duplikat kunci kedua tersangka dapat membuka Lemari, setelah itu dengan muda menggasak sebuah perhiasan di dalam Lemari Majikannny.” kata Kapolsek Genteng AKP Kennedy, Rabu (14/10/2020).Lanjut AKP Kennedy, Keesokan Harinya korban hendak memakai perhiasan tersebut, namun saat korban membuka Lemari di dalam rumah nya, ketika akan di ambil ternyata perhiasan miliknya sudah tidak ada atau Raib.” imbuh AKP Kennedy.

Atas kejadian tersebut, Korban langsung melaporkan kejadian yang menimpa dirinya ke Mapolsek Genteng Surabaya.
“Kemudian, Anggota kami dengan gerak cepat mengolah Tempat Kejadian Perkara (TKP), Alhasil Anggota kami sudah mengetahui identitas tersangka, dan Kedua tersangka berhasil kami Amankan beserta barang buktinya.” jelas AKP Kennedy.

Ditambahkannya, Kedua pelaku mengakui semua perbuatannya di hadapan penyidik, dan ternyata kedua pelaku punya rasa balas Dendam (mangkel.Red) terhadap korbannya, karena korban adalah termasuk keluarganya sekaligus majikannya dan korban menggaji tersangka senilai 1.000.000,- (satu juta rupiah)
Merasa tidak cukup, saya memberanikan diri untuk mencuri perhiasannya.” tutur AKP Kennedy, saat menirukan pembicaraan kedua tersangka.

DPO

Total DPO: 169
sp2hp
Total SP2HP: 11295
promoter
_NOPROD