Berita Terbaru

Polsek Rungkut Berhasil Bekuk Pelaku Pencuri Burung

Polsek Rungkut Berhasil Bekuk Pelaku Pencuri Burung

9 Juli 2020

Surabaya - Pada hari Selasa tanggal 7 Juli 2020 sekira pukul 21.00 WIB tersangka SO melihat ada seekor Burung jenis CUCAK HIJAU yang sedang di gantung di dalam sebuah pekarangan sebuah rumah di Jl Wonorejo Indah Timur II-A / 39-B Kel Wonorejo Kec Rungkut Surabaya.

Kemudian tersangka mengambil burung tersebut beserta sangkarnya dengan cara tersangka memanjat pagar rumah tersebut dan kemudian mengambil burung beserta sangkarnya tersebut dari dalam pekarangan rumah tersebut. Ujar " Kanit resktim polsek rungkut Iptu Joko". 

Kemudian setelah berhasil mengambil burung beserta sangkarnya tersebut, tersangka menurunkan sangkar burung tersebut dan kemudian mengambil burung yang berada didalam sangkar tersebut dan meninggalkan sangkarnya di TKP dengan maksud agar mudah membawanya.

Kemudian tanpa disadari oleh tersengka, pamilik burung tersebut mengetahui aksi tersangka tersebut dan kemudian mengejar tersangka dan berusaha menangkapnya dan setelah tersangka tertangkap tanpa disengaja burung yang di genggam oleh tersangka mati kerena digenggam terlalu erat oleh tersangka. dan kemudian tersangka ditangkap ileh warga dan di amankan ke Polsek Rungkut. Dan kemudian setelah dilakukakan pemeriksaan lebih lanjut, tersangka mengaku pernah mencuri burung di tempat lain yaitu di Jl Kyai Satari Rungkut Menanggal Surabaya sesuai dengan LP / B/ 56 / III / 2020 / JATIM / RESTABESSBY / SEK RKT dan pada saat itu tersangka mendapatkan Burung Jenis Murai Batu dan kemudian menjualnya kepada seseorang yang tidak di kenalnya di Pasar Burung Kupang dan laku seharga Rp 1.000.000.

Masih kata Bripka Joko, satu tersangka berhasil tertangkap beberapa ratus meter dari lokasi kejadian. Saat itu juga mereka dihakimi masa beramai-ramai hingga mengalami babak belur. Beruntung pihak RW setempat segera membawa pelaku ke kantor Desa Cimaragas, pihak Kepolisian Sektor (Polsek) Wanaraja, datang mengamankan pelaku dari amuk massa.

“Hasil pemeriksaan sementara tersangka memang sudah mempersiapkan sejak awal untuk melakukan pencurian burung. Mereka sengaja pergi dari kampung samangen menyusuri rumah-rumah yang ada burungnya. Kebetulan di rumah korban ada burung jenis Jalak Suren yang harganya kisaran Rp500 ribu, mengetahui tidak ada pemiliknya burung segera diambil. Terhadap tersangka, akan dilakukan penyidikan lebih lanjut, karena kemungkinan tersangka sering melakukan aksi serupa di tempat lain,” pungkasnya.( Lm07 )

Polsek Rungkut Berhasil Bekuk Pelaku Pencuri Burung

Polsek Rungkut Berhasil Bekuk Pelaku Pencuri Burung

9 Juli 2020

Surabaya - Pada hari Selasa tanggal 7 Juli 2020 sekira pukul 21.00 WIB tersangka SO melihat ada seekor Burung jenis CUCAK HIJAU yang sedang di gantung di dalam sebuah pekarangan sebuah rumah di Jl Wonorejo Indah Timur II-A / 39-B Kel Wonorejo Kec Rungkut Surabaya.

Kemudian tersangka mengambil burung tersebut beserta sangkarnya dengan cara tersangka memanjat pagar rumah tersebut dan kemudian mengambil burung beserta sangkarnya tersebut dari dalam pekarangan rumah tersebut. Ujar " Kanit resktim polsek rungkut Iptu Joko". 

Kemudian setelah berhasil mengambil burung beserta sangkarnya tersebut, tersangka menurunkan sangkar burung tersebut dan kemudian mengambil burung yang berada didalam sangkar tersebut dan meninggalkan sangkarnya di TKP dengan maksud agar mudah membawanya.

Kemudian tanpa disadari oleh tersengka, pamilik burung tersebut mengetahui aksi tersangka tersebut dan kemudian mengejar tersangka dan berusaha menangkapnya dan setelah tersangka tertangkap tanpa disengaja burung yang di genggam oleh tersangka mati kerena digenggam terlalu erat oleh tersangka. dan kemudian tersangka ditangkap ileh warga dan di amankan ke Polsek Rungkut. Dan kemudian setelah dilakukakan pemeriksaan lebih lanjut, tersangka mengaku pernah mencuri burung di tempat lain yaitu di Jl Kyai Satari Rungkut Menanggal Surabaya sesuai dengan LP / B/ 56 / III / 2020 / JATIM / RESTABESSBY / SEK RKT dan pada saat itu tersangka mendapatkan Burung Jenis Murai Batu dan kemudian menjualnya kepada seseorang yang tidak di kenalnya di Pasar Burung Kupang dan laku seharga Rp 1.000.000.

Masih kata Bripka Joko, satu tersangka berhasil tertangkap beberapa ratus meter dari lokasi kejadian. Saat itu juga mereka dihakimi masa beramai-ramai hingga mengalami babak belur. Beruntung pihak RW setempat segera membawa pelaku ke kantor Desa Cimaragas, pihak Kepolisian Sektor (Polsek) Wanaraja, datang mengamankan pelaku dari amuk massa.

“Hasil pemeriksaan sementara tersangka memang sudah mempersiapkan sejak awal untuk melakukan pencurian burung. Mereka sengaja pergi dari kampung samangen menyusuri rumah-rumah yang ada burungnya. Kebetulan di rumah korban ada burung jenis Jalak Suren yang harganya kisaran Rp500 ribu, mengetahui tidak ada pemiliknya burung segera diambil. Terhadap tersangka, akan dilakukan penyidikan lebih lanjut, karena kemungkinan tersangka sering melakukan aksi serupa di tempat lain,” pungkasnya.( Lm07 )

Unit Reskrim Polsek Wonokromo Bekuk Pencuri HP

Unit Reskrim Polsek Wonokromo Bekuk Pencuri HP

9 Juli 2020

Suabaya - Satu pencuri Didalam ruangan 1033 Poliklinik Jantung unit rawat jalan RSAL Jl.  Gadung Surabaya berhasil diamankan Unit Reskrim Polsek Wonokrom, Polrestabes Surabaya. Menurut Kanit Reskrim Polsek Wonokromo, Ipda Ari Pranoto pada hari Selasa tanggal 23 Juni 2020, sekira jam 10.00 wib pelapor/korban sedang berada didalam ruangan 1033 poliklinik jantung rawat jalan RSAL, kemudian pelapor diminta tolong oleh dokter untuk membuka baju APD.

ketika membantu dokter tersebut seingat pelapor HP miliknya ditaruh di laci meja kerja.

setelah membantu dokter membuka baju APD diruangan sebelah kemudian selang beberapa waktu, pelapor kembali ke ruangannya dan mendapati HP Samsung S10+ miliknya sudah tidak ada, terkait kejadian kehilangan HP tersebut korban memberitahukan kepada rekan kerjanya dan tidak ada yang mengetahuinya, kemudian melaporkan kepada petugas jaga prov TNI AL sehingga dilihatkan rekaman cctv.

berdasarkan rekaman cctv terlihat seorang laki laki yg duduk ada di depan ruangan 1033 poliklinik jantung dan masuk kedalam ruangan TDK lama laki laki tersebut keluar ruangan sambil lari dan memegang saku celana depan sebelah kanan langsung keluar area RSAL.

Sementara atas kejadian tersebut, korban Ahmad Nawawi mengalami kerugian sebesar 2juta 500ribu rupiah, sedangkan korban atas nama rohani dan Simjaya mengalami kerugian masing-masing sebesar 500ribu rupiah, hingga total kerugian seluruhnya ditaksir sebesar 3juta 500ribu rupiah.

Adapun barang bukti diantaranya Satu buah dos book HP.bSamsung galaxy S10+ warna putih Rekaman cctv, Diketahui, satu pelaku berikut barang bukti dibawa ke Polsek Wonokromo pengusutan lebih lanjut. (Lm7)

Bripka herly melaksanakan riksa saksi

Bripka herly melaksanakan riksa saksi

19 Juni 2020

Bripka herly melaksanakan riksa saksi an nuning kasus penelantaran.

Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Sudamiran,. S.H., M.H. menyampaikan bahwa kegiatan yang dilaksanakan ini merupakan wujud kecepatan anggota Sat Reskrim Polrestabes Surabaya dalam pemberkasan perkara, hal ini bertujuan untuk mepercepat proses hukum dan memberikan pelayanan prima kepada masyarakat khususnya warga kota Surabaya.
“Mari kita bekerjasama dan sama-sama bekerja sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya masing-masing dengan tujuan untuk memberikan pelayanan prima kepada masyarakat, bersinergi antara Polrestabes Surabaya dengan semua elemen Masyarakat untuk bersama Jogo Suroboyo, Dengan begitu dunianya kita dapat dan akhiratnya kita dapatkan,” ujar Sudamiran, Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya.

Wanita 24 Tahun Berurusan Dengan Polsek Wonokromo

Wanita 24 Tahun Berurusan Dengan Polsek Wonokromo

19 Juni 2020

Surabaya -Wanita berusia 24 tahun diamankan oleh unit Reskrim Polsek Wonokromo Surabaya setelah diketahui terlibat dalam kasus penipuan.

Pelaku yang diamankan tersebut diketahui bernama, Ratna Ayu Diah Nopitasari, warga Jalan Wonokromo Tengah Gg. 5 No 12 Surabaya.

Ratna diamankan setelah dilaporkan oleh Lutfitri Agus, warga Jalan Wonosari Kidul Surabaya dengan tuduhan menggelapkan satu unit sepeda motor Vario Nopol L 6511 GU warna Putih milik korban.

Antara korban dan pelaku sendiri sebelumnya sudah saling mengenal sementara kejadian penipuan tersebut berawal pada, Jum’at 01 Mei 2020 lalu, jam 15.00 WIB.

Kanit Reskrim Polsek Wonokromo Ipda Arie Prans membenarkan telah mengamankan pelaku perempuan yang melakukan aksi tipu-tipu.

“Kita amankan pelakunya setelah korban ini hilang kesabarannya dan melaporkan aksi yang dilajukan oleh pelaku ke Polisi,” sebut Ipda Arie, Kamis (18/6/2020).

Pelaku yang saat itu datang kerumah korban untuk meminjam sepeda motor dan mengatakan pinjam hanya selama 7 hari dengan alasan untuk kerja.

Sepeda motor milik pelaku sendiri dikatakannya sedang rusak. Namun setelah lebih dari 7 hari sepeda motor tersebut tidak dikembalikan oleh pelaku dan ketika dihubungi HPnya tidak pernah diangkat.

“Setelah pelaku kita amankan dan menjakani penyidikan barulah diketahui dimana motor korban,” tambah Kanit Reskrim.

Setelah pelaku tertangkap baru diketahui bahwa sepeda motor milik korban digadaikan sebesar Rp. 4.000.000 oleh pelaku ke seseorang didaerah Surabaya Utara.

“Penadahnya saat ini masih kita selidiki dan akan kita kembangkan,” tutup Ipda Arie.

Dari pelaku yang melanggar Pasal 378 dan/atau 372 KUHP ini, polisi juga mengamankan barang bukti,
1 buah BPKB sepeda motor Honda Vario Nopol L 6511 GU warna Putih.

Pemuda Paruh Baya Cabuli Anak 16 Tahun

Pemuda Paruh Baya Cabuli Anak 16 Tahun

5 Juni 2020

Surabaya - Pemuda Surabaya diamankan oleh Unit PPA Satreskrim Polrestabes Surabaya setelah melakukan tindakan persetubuhan terhadap anak dibawah umur.

Pelaku diamankan setelah dilaporkan oleh orang tua korban ke Polisi. Korban berinisial MA, berusia 16 Tahun, asal Sememi mengadu ke orang tuanya atas kelakuan pelaku.

Pelakunya, ES (37) asal Jalan Wonokitri Gg. 7 Surabaya. Pemuda yang tinggal di Jalan Bandarejo 1 Gg. Bendungan RT 01 RW 05 Sememi Surabaya itu akhirnya diamankan ke Unit Perlindungan Anak dan Perempuan Satreskrim Polrestabes Surabaya.

Kasus pencabulan hingga persetubuhan itu terjadi sebanyak 1 kali pada, Selasa lalu 7 April 2020 sekitar pukul 13.30 WIB, di rumah pelaku ketika keadaan sepi.

Sebelumnya, pelaku lebih dulu merayu korban dengan kata-kata “Aku sudah suka kamu dari lama, aku takut kamu diambil orang dan aku gagal dapetin kamu”.

Pelaku juga mengatakan bahwa mengenal nenek korban dan akan bertanggung jawab dan tidak bakal lari. Kemudian memberi korban sarung untuk menutupi bagian tubuhnya kemudian mulai menciumi bibir korban hingga meremas korban.

Ps Kanit PPA Satreskrim Polrestabes Surabaya Iptu M. Harun membenarkan jika anggotanya sudah mengamankan pelaku persetubuhan itu.

Petugas mengamankan pelakunya setelah orang tua korban mekaporkan aksi bejat pelaku ke Polisi.

“Pelaku itu menciumi bibir korban dan mengaku hanya sekali menyetubuhi korban hingga puas,” sebut M. Harun, Kamis (4/6/2020).

Pelaku akan dijerat dengan Pasal 81 UU RI Nomor 17 tahun 2016 Jo. Pasal 76 D UU RI No. 35 Tahun 2014 tentang penetapan Perpu Nomor 1 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU RI Nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak menjadi Undang-Undang.

Penyidik Unit V Satreskrim Polrestabes Surabaya Lakukan Pemeriksaan Saksi

Penyidik Unit V Satreskrim Polrestabes Surabaya Lakukan Pemeriksaan Saksi

8 Mei 2020

Surabaya - Brigadir Pranoto melaksanakan pemeriksaan saksi a.n. YO terkait perkara Ijin TPS limbah B3. 

Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Sudamiran,. S.H., M.H. menyampaikan bahwa kegiatan yang dilaksanakan ini merupakan wujud kecepatan anggota Sat Reskrim Polrestabes Surabaya dalam pemberkasan perkara, hal ini bertujuan untuk mepercepat proses hukum dan memberikan pelayanan prima kepada masyarakat khususnya warga kota Surabaya.
“Mari kita bekerjasama dan sama-sama bekerja sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya masing-masing dengan tujuan untuk memberikan pelayanan prima kepada masyarakat, bersinergi antara Polrestabes Surabaya dengan semua elemen Masyarakat untuk bersama Jogo Suroboyo, Dengan begitu dunianya kita dapat dan akhiratnya kita dapatkan,” ujar Sudamiran, Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya.

Unit PPA Satreskrim Polrestabes Surabaya Bekuk Kakek Cabul

Unit PPA Satreskrim Polrestabes Surabaya Bekuk Kakek Cabul

5 Mei 2020

Surabaya - Sungguh bejat kelakuan pria paruh baya ini , DR (62 tahun) pria asal Simo Gunung Barat surabaya ini tega melakukan perbuatan cabul terhadap Bunga ( nama samaran) yang tak lain adalah anak tetangganya sendiri.

Hal ini diungkap oleh unit PPA satreskrim Polrestabes Surabaya , Rabu (6/5/2020).
Pelaku pencabulan DR ditangkap Polisi setelah ayah korban melapor ke Polisi setelah sang anak terus terang pada sang ayah tentang perbuatan cabul yang dilakukan DR terhadap dirinya

Dalam melakukan perbuatannya, DR ( tersangka ) memanggil Bunga (korban) yang sedang bermain di dekat rumahnya. Lalu tersangka memberikan uang sebesar Rp. 10.000,- (sepuluh ribu rupiah). Kemudian tersangka menciumi bibir korban dan memasukkan jarinya ke dalam alat kelamin korban.

Atas perbuatannya tersebut tersangka Pasal 82 UU RI No. 17 Th 2016 Jo Pasal 76E UU RI No. 35 Th 2014 Tentang Perubahan kedua UU RI No. 23 Th 2002 Tentang Perlindungan Anak Menjadi Undang Undang.

Satreskrim Polrestabes Surabaya Bekuk Pelaku Pembunuhan Di Apartemen Puncak Permai

Satreskrim Polrestabes Surabaya Bekuk Pelaku Pembunuhan Di Apartemen Puncak Permai

23 April 2020

Surabaya - Kasus pembunuhan Ika Puspita Sari yang mayatnya ditemukan bersimbah darah di Apartemen Puncak Permai akhirnya diungkap kurang dari 24 jam. Pelaku tertangkap 6 jam setelah pelaporan. Kasus ini berawal dari transaksi seks antara korban dan pelaku.

Pelaku adalah Ahmad Junaidi Abdillah (19), warga Kelurahan Kalangan Prao, Kecamatan Jrengrik, Sampang, Madura. Junaidi dibekuk pukul 11.00 WIB pada Kamis (23/4) di tempat kerjanya di sebuah usaha pengolahan usus di Sawahan Surabaya.

"Jam 5 pagi dilaporkan, jam 11 siang pelaku sudah ditangkap. Kasus ini berhasil diungkap kurang dari 24 jam," ujar Kapolrestabes Surabaya Kombes Sandi Nugroho kepada wartawan saat rilis di Mapolrestabes Surabaya, Kamis (23/4/2020).

 
 Sandi mengatakan kasus ini berawal dari perkenalan keduanya lewat apikasi percakapan. Dari aplikasi tersebut, mereka kemudian melakukan transaksi seks. Korban yang berusia 36 tahun memasang tarif Rp 800 ribu untuk dua kali pelayanan.

"Korban dan pelaku ini sebelumnya berhubungan melalui aplikasi percakapan. Mereka kemudian berkencan dan berhubungan layaknya suami istri dengan tarif tertentu," kata Sandi.

Pelaku mencoba menawar. Korban menginginkan tawaran itu saat mereka berdua bertemu saja. Pukul 22.00 WIB mereka bertemu di kamar korban di lantai 8 Tower A apartemen.

Akhirnya disepakati tarif Rp 500 ribu dengan dua kali pelayanan. Namun usai pelayanan pertama, korban yang merupakan warga Semarang tersebut enggan melayani lagi. Karena tak sesuai kesepakatan awal, pelaku pun membayar hanya separuh tarif.

Ini membuat korban tak senang. Maka terucaplah kata-kata yang membuat pelaku emosi.

"Kalau nggak punya duit nggak usah pesan saya, booking saya. Pelaku tersinggung dengan kata-kata itu dan sehingga terjadi cekcok," lanjut Sandi.

Pelaku kemudian mengambil pisau dapur. Disayatnya leher korban sebanyak tiga kali. Bukannya tanpa perlawanan, korban sempat mencakar leher dan bagian tubuh lain dari pelaku. Pelaku pun kabur usai membunuh korban.

Diduga korban yang saat itu setengah telanjang belum tewas. Korban sempat keluar kamar diduga untuk mencari pertolongan namun akhirnya tewas di depan lift service.

Pelaku mengaku menyesal telah melakukan pembunuhan. Namun sesal itu terlambat karena dia sudah melakukannya.

"Kalau sudah membunuh ya menyesal. Soalnya kan sudah terjadi. Waktu itu emosi jadi pikirannya lihat ke kanan ada pisau, langsung saya gunakan karena sudah panas, sudah emosi. Kata-katanya mengejek saja kalau saya itu tidak kuat membayar layanannya," kata Junaidi.

DPO

Total DPO: 169
sp2hp
Total SP2HP: 10891
promoter
_NOPROD