Berita Terbaru

Anggota Unit PPA Laksanakan Pengamanan Sidang

Anggota Unit PPA Laksanakan Pengamanan Sidang

29 Januari 2020

Surabaya - Anggota Satreskrim Polrestabes Surabaya BRIPKA JOKO, BRIPKA ANDINI dan BRIPTU DANUN laksanakan apel pengamanan sidang pidana di Pengadilan negeri Surabaya. Surabaya, 29 Januari 2020.

Kasatreskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Sudamiran menyampaikan bahwa kegiatan yang dilaksanakan ini merupakan wujud kehadiran anggota Polrestabes Surabaya di lapangan, hal ini bertujuan untuk mendekatkan diri dan memberikan pelayanan prima kepada masyarakat khususnya warga kota Surabaya.

"Mari kita bekerjasama dan sama-sama bekerja sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya masing-masing dengan tujuan untuk memberikan pelayanan prima kepada masyarakat, bersinergi antara Polrestabes Surabaya dengan semua elemen Masyarakat untuk bersama Jogo Suroboyo, Dengan begitu dunianya kita dapat dan akhiratnya kita dapatkan," ujar AKBP Sudamiran, Kasatreskrim Surabaya. ( LM, SKT7, Humas )

Kurang Dari Sepekan Unit Reskrim Polsek Wonocolo Berhasil Ringkus Jambret

Kurang Dari Sepekan Unit Reskrim Polsek Wonocolo Berhasil Ringkus Jambret

28 Januari 2020

Surabaya - Dua pria yang pernah mendekam dalam penjara di Medaeng kembali mendekam dalam penjara setelah ditangkap oleh Reskrim Polsek Wonocolo Surabaya.

Mereka ditangkap setelah melakukan penjambret kalung milik seorang wanita didepan rumah Jalan Siwalankerto 2/01 Surabaya, Jum’at 24 Januari 2020 sekira jam 05.53 WIB.

Kedua pelakunya,AG (38) warga Jalan Dupak Timur Surabaya dan AK (39) warga  Wonoayu Kabupaten Sidoarjo.

Oleh dua pelaku ini, korban bernama, Sri Mujiati warga, Kranggan Margorejo saat itu kalung miliknya seberat seberat 7 gram ditarik paksa.

Korban akhirnya melaporkan kejadian ini ke Mapolsek Wonocolo Surabaya pada, Jum’at 24 Januari 2020 dan langsung ditindaklanjuti oleh petugas Reskrim.

“Petugas langsung melakukan penyelidikan dilokasi dan juga memeriksa rekaman kamera CCTV yang kebetulan merekam aksi keduanya,” sebut Kompol Masdawati Saragih, Kapolsek Wonocolo, Senin (27/1/2020).

Kompol Masdawati juga menjelaskan jika kedua pelaku yang merupakan Residivis kasus Jambret ini beraksi di Jalan Siwalankerto 2 depan rumah No. 1 Wonocolo Surabaya.

“Dalam olah TKP diketahui ada rekaman CCTV yang merekam pelaku perampasan dua orang laki-laki itu. Dan tidak sampai 24 jam keduanya dapat diamankan,” tambah Kompol Masdawati.

Keduanya dapat diamankan anggota setelah melakukan penyelidikan dan diperoleh informasi keberadaan pelakunya.

Kepada petugas, keduanya mengakui jika sudah menarik paksa kalung korban. Mereka tak sadar jika ada kamera CCTV yang merekam aksi keduanya.

“Kalungnya rencana buat kebutuhan sehari-hari dan sudah dua kali menjambret didaerah Wonocolo Surabaya,” aku pelaku ke penyidik Polsek Wonocolo.

Keduanya kini mendekam dalam penjara Polsek Wonocolo beserta barang bukt,
1 (satu) unit sepeda motor Honda Vario warna hitam Nopol W-5928 ZF serta sepotong kalung emas seberat 2.04 gram

AIPDA Yuli Anggota Unit PPA Sat Reskrim Polretabes Surabaya Lakukan Pemeriksaan Saksi Pencabulan

AIPDA Yuli Anggota Unit PPA Sat Reskrim Polretabes Surabaya Lakukan Pemeriksaan Saksi Pencabulan

27 Januari 2020

Surabaya - Aipda yuli melakukan pemeriksaan saksi atas AL kasus pencabulan, Jumat, 24 Januar 2020.

Kasatreskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Sudamiran menyampaikan bahwa kegiatan yang dilaksanakan ini merupakan tugas dan tanggung jawab anggota satreskrim dalam melakukan pemeriksan terhadap tersangka maupun saksi serta mediasi, hal ini bertujuan untuk memberikan pelayanan prima kepada masyarakat khususnya warga kota Surabaya.

"Mari kita bekerjasama dan sama-sama bekerja sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya masing-masing dengan tujuan untuk memberikan pelayanan prima kepada masyarakat," ujar AKBP Sudamiran, Kasatreskrim Surabaya. ( LM, 70, Humas )

Unit Resmob Polrestabes Surabaya Bekuk Pemalsu Dokumentasi

Unit Resmob Polrestabes Surabaya Bekuk Pemalsu Dokumentasi

23 Januari 2020

Hari ini Unit Resmob Satreskrim Polrestabes Surabaya kembali ungkap kasus pemalsuan surat-surat kendaraan fiktif.

Kanit Resmob Satreskrim Polrestabes Surabaya, Iptu Arief Ryzki Wicaksana, S.I.K., M.Si. Mengungkap kasus pemalsuan surat tersebut di depan Gedung Anindita Polrestabes Surabaya, Kamis (23/01/2020).

Diantara tersangka yang di tangkap Unit Resmob Satreskrim Polrestabes Surabaya diantaranya berinisial AA (36) asal Jombang, AL (70) dan MM beralamat Sidoarjo.

Menurut Kanit Resmob Polrestabes Surabaya, Iptu Arief Rizky Wicaksana, S.I.K., M.Si., mengatakan penangkapan terhadap tersang berawal dari sebuah laporan pada tanggal 15 Januari 2020 kemarin.

“Jadi ini kita dapat ungkap berkat bantuan teman-teman semua dari anggota Kepolisian, kita petik informasi dari rekan-rekan Lalu Lintas lalu kita lanjutkan dengan taktik dan teknik penyelidikan kita, ketemulah dengan tersangka-tersangka ini.” Jelas Kanit Resmob Satreskrim Polrestabes Surabaya.

Peran dari masing-masing tersangka tentu berbeda, tersangka MM menyampaikan kepada AL bahwa dirinya dapat membuat SIM Palsu dengan tarif sekitar 400.000.

Sedangkan si AL ini mengajak temannya AG untuk mencari konsumen apabila ada yang ingin mengurus SIM Palsu dapat menghubungi tersangka AL dengan biaya Rp 600.000.

Selanjutnya tersangka AG memberitahukan kepada saksi Kuswanto bahwa dirinya bisa menguruskan SIM B1 Umum dengan biaya Rp 800.000. dua hari kemudian SIM B1 umum tersebut sudah selesai.

Setelah mendapat pesanan SIM palsu,tersangka MM membuat SIM dengan cara membuat pada photoshop dan menempelkan data dan pas photo pemesan SIM pada warnet. Kemudian hasilnya disimpan dalam Flashdisk,selanjutnya diprint out pada warnet tersebut.

Intinya mereka ini saling lempar satu sama lain dengan manarik harga yang berbeda. Kemudian saat penggeledahan petugas mendapakan barang bukti surat-surat penting fiktif seperti sejumlah STNK, SIM, KTP dan NPWP palsu.

Barang bukti sarana pemalsuan surat-surat penting

Kanit Resmob Satreskrim Polrestabes Surabaya, Iptu Arief Ryzki Wicaksana, S.I.K., M.Si., menegaskan akibat perbuatannya para tersangka ini di kenakan pasal 263 KUHP dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara.

“Kami himbau kepada masyarkat jika ingin mengurus surat-surat penting seperti SIM dan lain sebagainya jangan ikut calo, langsung saja ke kekantor satlantas atau kekantor yang berkaitan dengan surat-surat tersebut,” himbau Kanit Resmobo Polrestabes Surabaya, Iptu Artef Rizky Wicaksana, S.I.K., M.Si.

Sat Reskrim Polrestabes Surabaya Bekuk Pelaku Pencurian

Sat Reskrim Polrestabes Surabaya Bekuk Pelaku Pencurian

21 Januari 2020

Surabaya - Seorang pria berinisial AF asal Bangkalan mengaku sakit hati dengan tentangganya,  lantaran hutang yang tak kunjung di bayar oleh korban, dikarena tak mau bayar pada akhirnya pria itu berinisiatif menyeret mobil korban.

Hari ini Kanit Jatanras Satreskrim Polrestabes Surabaya, AKP Iwan Heri Purwanto di dampingi Kaur Subbag Humas Polrestabes Surabaya, Ipda MK Umam mengungkap kasus pencurian dengan kekerasan di depan Gedung Anindita Polrestabes Surabaya, Senin (20/01/2020).

Penangkapn tersebut berawal tersangka melakukan pencurian barang berupa 1 (satu) unit mobil toyota krista No.Pol : M 1076 HN di Bangkalan Madura.

Kemudian tersangka melakukan transaksi di Surabaya untuk menjual mobil jenis toyota krista No.Pol : M 1076 HN Warna biru methalik yang diperoleh dari hasil kejahatan tersebut.

Sebelum tersangka melakukan transaksi penjualan barang hasil kejahatan tersebut, tersangka berhasil ditangkap oleh Petugas Kepolisian Polrestabes Surabaya.

AKP Iwan menjelaskan bahwa tersangka di tangkap kemarin (Minggu, 19/01/2020) daerah Kusuma Bangsa Surabaya.

“Tersangka ditangkap saat ia menawarkan mobilnya, setelah diperiksa ternyata mobil yang ditawarkan itu hasil curian,” jelas Kanit Jatanras Polrestabes Surabaya, AKP Iwan Heru Purwanto.

Penawaran penjulan mobil itu menurut AKP Iwan di tawarkan dari orang keorang, “jika mobil curian di jual secara online berati sama dengan bunuh diri.” Lanjutnya.

Dari keterangan AKP Iwan tersangka sehari-harinya di ketahui sering dimintai bantuan oleh korban, namun pada sisi lain korban mempunyai hutang kepada orang tua tersangka yang tak kunjung dibayar. “dia ngakunya tidak punya uang, kata saya kalau tidak punya uang kenapa bisa sering memperbaiki mobilnya gitu,” pengakuan tersangka

“Lalu tersangka berinisiatif mencuri mobil ini, dengan cara mengambil kunci serep yang disimpan kurang lebih dari dua tahunan, kemudian pada waktu yang tepat tersangka merusak kunci pagar dan gerasi mobil koraban.” Terang Kanit Jatanras Satreskrim Polrestabes Surabaya, AKP Iwan Heri Purwanto.

Akibat perbuatannya tersangka di kenakan pasal Pencurian dengan Pemberatan atau Pasal 363 ayat (1) Ke 3 dan ke 5 KUHP.

Sat Reskrim Polrestabes Surabaya Ungkap Kasus Menunjol di Awal Tahun 2020

Sat Reskrim Polrestabes Surabaya Ungkap Kasus Menunjol di Awal Tahun 2020

17 Januari 2020

Surabaya - Empat belas hari dari pergantian tahun 2019 ke tahun 2020, Polrestabes Surabaya beserta Polsek Jajaran telah menangani puluhan kasus terkait aksi kejahatan/ Crime.
Hari ini Polrestabes Surabaya menggelar konferensi pers ungkap kasus menonjol di awal tahun 2020 dipimpin oleh Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko, didampingi Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Sandi Nugroho, serta Kasatreskrim, AKBP Sudamiran, di Gedung Bhara Daksa Polrestabes Surabaya, Jum’at (17/01/2020).
Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko, mengapresiasi kinerja Polrestabes Surabaya, lantaran menurutnya baru berkurun 14 hari di tahun 2020 sudah mengungkap puluhan kasus.
“Polrestabes Surabaya saat ini yang bisa dilihat rekan - rekan, ini satu bagian daripada satuan wilayah yang ada di Polda Jawa Timur, artinya saat ini seluruhnya jajaran dari Polres - Polres kemudian Polrestabes Surabaya sendiri kemudian Polresta jumlahnya 39 Polres melakukan gelar pers konferens terkait dengan bagaimana menjaga wilayah seluruh Jawa Timur aman, kondusif, dan terkendali.” Ucap Kombes Pol Trunoyodo.
Menurutnya selama tahun 2020 yang masih berselang selama 14 hari ini Polrestabes Surabaya telah menagani kejahata sejumalh 50 kasus dan penyelesaiannya atau yang diungkap dengan sempurna sejumlah dua kasus.
“Maka yang perlu kami sampaiakan disini ada jenis kejahatan apa yg diungkap Polrestabes Surabaya yang pertama Kasus Curat, kemudian Kasus Curas, Kasus Curanmor R2/R4, Prostitusi, kemudian Tindak Pidana terkait Mafia Tanah, Penipuan dan penggelapan kendaraan,” lanjut Kombes Pol Trunoyodo.
Kemudian ia menuebutkan ada 62 orang tersangka yang diamankan Polrestabes Surabaya, diantaranya pelaku Curat ada 31 orang, Curas 11 orang, Curanmor R2/R4 16 orang, Prostitusi 1 orang, Mafia Tanah 1 orang, Penipuan dan Penggelapan kendaraan 2 orang.
Kombes Pol Trunoyodo juga menyampaikan bahwa sejak tanggal 1s/d 14 secara kalender kamtibmas untuk menciptakan Surabaya aman, tertib dan terkendali sudah waktunya untuk meningkatkan keamanan terlebih untuk menghadapi pilkada serentak di Jawa Timur.
“Saya ucapkan terimakasih kepada tokoh masyarakat yang telah mendo’akan dan mendukung atas apa yang dilakukan oleh Polrestabes Surabaya, terutama terkait dengan prostitusi yang menjadi penyakit masyarakat.” Pungkas Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Trunoyodo Wisnu Andiko.

Unit PPA Sat Reskrim Polrestabes Surabaya Bekuk Pelaku Pencabulan

Unit PPA Sat Reskrim Polrestabes Surabaya Bekuk Pelaku Pencabulan

16 Januari 2020

Surabaya - Aplikasi jodoh TanTan kembali telan korban. Jika sebelumnya korban tertipu pria hidung belang dan melapor ke Polsek Wonokromo, kali ini korban baru melapor ke Polrestabes Surabaya.

Korban bernama, Bunga didampingi orang tuanya melapor ke Unit PPA Satreskrim Polrestabes Surabaya pada, 22 November 2019, lalu. 

Setelah korban terbujuk rayu oleh pelaku, dia melakukan persetubuhan badan terhadap korban sebanyak 4 kali, yang pertama ketika korban datang ke rumah pelaku.

“Ketika pelaku hendak mencabuli selalu diawali dengan bijuk rayu dengan kata-kata “saya akan bertanggung jawab dan berjanji akan menikahimu,” tambah Ruth Yeni.

Begitu korban terperdaya, pelaku melakukan persetubuhan terhadap korban yang ke dua terjadi di kontrakan korban ketika suasana sedang sepi didaerah Lakarsantri Surabaya.

Korban juga disetubuhi di Apartemen di Surabaya yang ketiga kalinya. Kemudian pada bulan November 2019, pelaku dan korban putus.

Karena sudah disetubuhi, korban melaporkan kejadian tersebut kepada orang tuanya, karena tidak terima Ayah korban melaporkan kejadian tersebut ke SPKT Polrestabes pada, 22 November 2019.

“Pelaku sendiri kita tangkap, Selasa (14/1/2020), disekitar kediamannya,” tutup Ruth Yeni. 

Unit Jatanras Sat Reskrim Polrestabes Surabaya Bekuk Pelaku Begal

Unit Jatanras Sat Reskrim Polrestabes Surabaya Bekuk Pelaku Begal

14 Januari 2020

Surabaya - Aksi kejahatan masih menghantui masyarakat Kota Besar Surabaya, kali ini Unit Jatanras Satreskrim  Polrestabes Surabaya gelar konferensi Pers ungkap kasus pencurian dengan kekerasan (Curas) di depan Gedung Anindita Polrestabes Surabaya, Senin (13/01/2020).

Dua bersaudara berinisial IH (23) dan SM (20), asal Bangkalan, Madura yang sehari-harinya di kenal sebagai pengangguran, terpaksa meringis kesakitan setelah ditembus timah panas oleh Unit Jatanras Satreskrim Polrestabes Surabaya, lantaran keduanya melancarkan aksi Curas di daerah Jalan IR. H Soekarno Surabaya pada tanggal 24 November 2019 yang lalu.

Menurut penjelasan Kanit Jatanra Satreskrim Polrestabes Surabaya, AKP Iwan Hari Purwanto, ia mengatakan setelah mendapat laporan tersebut langusng menurunkan tim untuk melakukan penangkapan di daerah Bangkalan, Madura.

“Tersangka ditangkap dirumahnya di Bangkalan. Namun, pada saat kami melakukan penangkapan kedua tersangka ini mencoba untuk melarikan diri dan melawan petugas dengan menggunakan senjata tajam, kami terpaksa lumpuhkan dengan menimbak kakinya,” jelas AKP Hari Purwanto saat pimpin konferensi pers.

Pada saat itu pula petugas melakukan pengeledahan di rumah tersangka, dimana di rumah tersangka di temukan beberapa barang bukti dari hasil kejahatan yang dilakukan.

“Diantaranya dompet, dimana dompet ini isinya ada ATM, KTP, Voucher belanja milik korban ada handphone korban, ada sepeda motor,” lanjut Kanit Jatanras Satreskrim Polrestabes Surabaya itu.

 AKP Iwan Hari Purwanto, mengatakan adapun alat yang dijadikan bahan sarana untuk melancarkan aksinya berupa sebuah sepeda motor dan tiga buah sajam jenis celurit yang digunakan untuk mengancam korban.

Kedua tersangka ini tidak tanggung-tanggung untuk melakukan aksinya, mereka bisa dikatan jaringan lintas Kabupaten.

“keduanya ini kaka beradik, mereka adalah saudara kandung, dan mereka melakukan beberapa kali aksi kejahatan baik di Surabaya maupun di wilayah luar Surabaya, seperti Lamongan dan Gresik.” Beber AKP Iwan Hari Purwanto.

Setiap kali berakasi dua bersaudara ini mengancam korban dengan senjata tajam untuk memberhentikannya, kemudian tersangka mengambil barang-barang berharga milik korban.

Kanit Jatanras Satreskrim Polrestabes Surabaya, AKP Iwan Hari Purwanto menuturkan bahwa uang dari hasil pencuriannya itu digunakan untuk berfoya-foya di salah satu tempat hiburan di Kota Surabaya.

Akibat perbuatannya tersangka dikenakan pasal 365 tentang pencurian dan kekerasan dengan ancaman hukuman 9 tahun penjara. 

Unit PPA Sat Reskrim Polrestabes Surabaya Tetapkan Dua Makelar Moro Seneng

Unit PPA Sat Reskrim Polrestabes Surabaya Tetapkan Dua Makelar Moro Seneng

10 Januari 2020

SURABAYA - IN (34), warga Sememi Jaya, Benowo Surabaya, kini harus bertanggung jawab atas perbuatannya, ia hanya bisa pasrah ketika anggota Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polrestabes Surabaya meringkusnya.

Ia ditangkap anggota Unit PPA Polrestabes Surabaya, Kamis (8/1) kemarin bersama puluhan Pekerja Seks Komersial. Irfan kini dijadikan tersangka karena terbukti menjadi pengelola Wisma Sumber Waras di Lokalisasi Jalan Sememi Jaya Gg.1 Benowo, Surabaya.

"Kanit PPA Polrestabes Surabaya AKP Ruth Yeni menjelaskan, pada Rabu ( 8/1/2020) sekitar 23.30 Wib kami melakukan razia di bekas lokalisasi Moroseneng Jalan Sememi Jaya Gg l Surabaya, aat kami melakukan razia kita mendapati 4 Wisma yang membuka praktik prostitusi secara sembunyi-sembunyi dan dua diantaranya, ada aktivitas seksual," kata Ruth Yeni.

Lanjut Ruth Yeni, dari penggrebekan itu awalnya kami mengamankan 21 orang diantaranya 13 perempuan dan 8 laki-laki, setelah kita bawa ke Mako Polrestabes kita introgasi, akhirnya kami menetapkan dua orang sebagai tersangka yakni Irvan alias Rawon dan Angga (DPO). Pelaku Angga merupakan pengelola Wisma Sri Kandi," pungkas Ruth Yeni.

"Ruth Yeni juga menuturkan, awalnya kita tidak mengira kalau tempat Wisma yang sudah ditutup ini masih ada aktivitas prostitusi terselubung, sebab sewaktu kita masuk razia dari luar kelihatan gelap seperti tidak ada aktivitas tetapi pada saat kita masuk kedalam ternyata didalam Wisma tersebut sudah ada perempuan pekerja seks komersil bahkan ditemukan juga pasangan yang sedang melakukan hubungan layaknya suami istri," tutup Ruth Yeni.

Dari pengungkapan kasus ini Polisi berhasil mengamankan barang bukti berupa, buku tamu, uang tunai Rp. 400.000, dan tisu bekas sperma.

Akibat perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 296 KUHP dan atau pasal 506 KUHP dengan ancaman 1 tahun penjara. (LM,TM)

DPO

Total DPO: 169
sp2hp
Total SP2HP: 10446
promoter
_NOPROD